Ragam  

Dibuka 22 Oktober 2026, BI Aceh Gelar Meuseuraya Festival 2026

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh kembali menggelar Meuseuraya Festival 2026, pada 22-25 Oktober 2026.

Habapublik.com, Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh kembali menggelar Meuseuraya Festival 2026 sebagai wadah untuk memperkuat ekonomi kreatif, UMKM, pelestarian budaya, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha Aceh.

Meuseuraya Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu: Menenun Warisan, Merajut Daya Saing Aceh.”

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini mengatakan,  festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM melalui kegiatan business matching.

“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi tempat bagi UMKM untuk mempromosikan produknya dan mendapat buyer baru,” ujar Agus, Senin (5/10/2026).

BI Aceh menargetkan transaksi yang dihasilkan dari bazar, expo, dan business matching pada Meuseuraya Festival 2026 dapat mencapai lebih dari Rp5 miliar. Selain itu, festival tersebut ditargetkan mampu menarik lebih dari 20 ribu pengunjung, dengan sekitar 140 expo dan bazar serta melibatkan sekitar 1.200 peserta.

Berbagai kegiatan telah disiapkan selama empat hari pelaksanaan. Mulai dari expo dan bazar UMKM, business matching, workshop, seminar dan talkshow, hingga kegiatan yang mengangkat kekayaan wastra dan budaya Aceh.

Sejumlah produk wastra seperti bordir, tenun dan songket Aceh akan ditampilkan. Festival juga akan menghadirkan fashion show wastra, pameran kriya, pertunjukan seni budaya, lomba rapai, lomba ratoh jaroe hingga Meuseuraya Idol.

Meuseuraya Festival 2026 juga membawa misi untuk menjadikan warisan budaya Aceh sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif. Wastra tidak hanya diposisikan sebagai peninggalan budaya, tetapi juga sebagai produk yang dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi.

Selain sektor UMKM dan wastra, festival ini turut memasukkan agenda penguatan ekonomi pascabencana serta pengembangan sektor pertanian dan UMKM.

Untuk isu pengendalian inflasi, BI Aceh juga menyiapkan Lomba Dapur Inflasi dan Kenduri Rayeuk Inflasi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan festival.

Dengan Meuseuraya Festival 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara UMKM, masyarakat, pelaku industri kreatif, pemerintah, perbankan, komunitas hingga buyer, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi dan budaya Aceh kepada masyarakat yang lebih luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *