Kepala SMKN 1 Peusangan Sampaikan Terima Kasih kepada SMKN 1 Al Mubarkeya atas Hibah Buku Bacaan bagi Siswa Terdampak Banjir

Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, ST., M.Pd., menerima hibah buku dari SMKN 1 Al Mubarkeya, pada Jumat (16/10/2026). Foto: Dok SMKN 1 Peusangan

Habapublik.com, Bireuen– Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui program hibah buku bacaan bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir. SMKN 1 Al Mubarkeya, Kabupaten Aceh Besar, menyalurkan paket buku bacaan kepada SMKN 1 Peusangan yang sebagian koleksi bukunya rusak akibat bencana banjir pada tahun lalu.

Paket buku hibah tersebut diterima oleh pihak SMKN 1 Peusangan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kembali kebutuhan bahan bacaan siswa sekaligus membangkitkan semangat literasi di lingkungan sekolah setelah menghadapi dampak bencana.

Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, ST., M.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada keluarga besar SMKN 1 Al Mubarkeya atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, hibah buku ini memiliki arti penting bagi siswa yang kehilangan akses terhadap sebagian bahan bacaan akibat banjir.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang telah menginisiasi program hibah buku bagi sekolah-sekolah di daerah terdampak bencana. Program tersebut menjadi jembatan kepedulian yang mempertemukan sekolah-sekolah yang memiliki kelebihan buku bacaan dengan sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Program hibah buku ini bukan sekadar memindahkan koleksi buku dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk solidaritas antarsatuan pendidikan untuk memastikan bahwa keterbatasan fasilitas akibat bencana tidak menjadi penghalang bagi siswa dalam memperoleh pengetahuan.

Bencana banjir tidak hanya berdampak pada bangunan dan fasilitas fisik sekolah, tetapi juga dapat merusak sumber belajar yang selama ini digunakan siswa. Buku-buku yang rusak atau hilang tentu membutuhkan penggantian agar kegiatan membaca, belajar mandiri, dan pengembangan wawasan tetap berjalan.

Dalam kondisi seperti ini, bantuan dari sekolah yang memiliki kelebihan buku menjadi langkah sederhana, tetapi bermakna. Buku yang mungkin sudah tidak digunakan secara optimal di satu sekolah dapat kembali memberikan manfaat besar ketika sampai di tangan siswa yang membutuhkan.

Melalui program ini, sekolah juga diajak untuk melihat bahwa sumber daya pendidikan dapat dimanfaatkan secara lebih luas melalui semangat berbagi. Buku yang tersimpan dan masih layak baca dapat menjadi sumber ilmu baru bagi siswa di sekolah lain.

Inisiatif hibah buku ini juga membawa pesan penting bahwa pemulihan pendidikan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

Cabang Dinas Pendidikan dan Dinas Pendidikan Aceh melalui inisiasi program ini telah membuka ruang kolaborasi antarsekolah. Sekolah yang memiliki persediaan buku bacaan berlebih dapat menyalurkannya kepada sekolah yang mengalami kekurangan, sehingga bantuan menjadi lebih tepat guna dan memberikan manfaat nyata.

Di sisi lain, program tersebut dapat menumbuhkan nilai kepedulian sosial di kalangan warga sekolah. Semangat berbagi tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang membantu sesama.

Bagi siswa SMKN 1 Peusangan, hadirnya buku-buku bacaan baru diharapkan menjadi tambahan semangat untuk kembali memperkuat budaya membaca, memperluas wawasan, serta membangun optimisme dalam menjalani kegiatan belajar.

Hibah buku dari SMKN 1 Al Mubarkeya kepada SMKN 1 Peusangan menjadi pengingat bahwa kepedulian dalam dunia pendidikan tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan besar. Berbagi buku yang masih layak baca pun dapat menjadi kontribusi berarti bagi keberlangsungan pendidikan.

Ketika satu sekolah berbagi, sekolah lain memperoleh kesempatan untuk bangkit. Ketika buku sampai kepada siswa yang membutuhkan, pengetahuan kembali menemukan jalannya.

Program ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak sekolah untuk mendata koleksi buku yang masih layak digunakan dan berpartisipasi dalam gerakan berbagi bahan bacaan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana.

Sebab, pemulihan pendidikan bukan hanya tentang membangun kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan bahwa semangat belajar, budaya membaca, dan harapan para siswa tetap tumbuh. Dari sekolah untuk sekolah, dari buku untuk masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *