Tekan Angka Stunting, Distanpangan Kota Sabang Galakkan Program Pekarangan Pangan Lestari

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Galakkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program ini menjadi salah satu program dari kementerian pertanian (Kementan) yang telah dijalankan sejak 2019 lalu. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang: Sebagai upaya memberikan pemenuhan kebutuhan pangan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak di Kota Sabang, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Galakkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program ini menjadi salah satu program dari kementerian pertanian (Kementan) yang telah dijalankan sejak 2019 lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Fakri, SE, MAP, melalui Analis Pasar Hasil Pertanian, Widya, SP, M.Si, mengatakan, kegiatan P2L dilakukan oleh sekelompok masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong dan tidak produktif. Di Kota Sabang sendiri ada sebanyak delapan kelompok tani yang berada di tujuh gampong yang menerima dana p2l. Seluruh penerima manfaat tersebut merupakan daerah-daerah yang berada dalam lokus stunting di Kota Sabang.

“Jadi kita disini ada Kelompok Tani Tunas Baru Gampong Balohan, Semangat Tani Gampong Cot Abeuk, dan Kelompok Wanita Tani (KWY) Bhayangkari Iemeule Kecamatan Sukajaya Sabang. Juga Kelompok tani baru tabina Gampong Payaseunara, Poktan Asoe Nanggroe dan Ingin Jaya Gampong Bateshook, serta Kelompok Wanita tani Seulako Gampong Iboih Kecamatan Sukamakmue Sabang, terakhir dari kecamatan Sukakarya Kelompok tani wanita (KWT) Gampong Krueng Raya,” ujar Widia, Sabtu (8/6/2024).

Sementara hingga saat ini, pihaknya telah melakukan verifikasi lahan ke tiga titik, ditargetkan akan selesai dalam waktu seminggu kedepan. Setelah tahapan tersebut selesai maka pihaknya akan memberikan dana ke kelompok tani sebesar Rp.50juta yang disalurkan dua tahap, serta melakukan pembinaan kepada seluruh kelompok penerima manfaat.

“Mereka ada beberapa kegiatan, pengadaan sarana pembibitan, pembuatan kebun demplot dengan lahan seluas 500 M, pertanaman, pasca panen. Penyemaian bibit seperti sayur-sayuran, sawi, kangkong, bayam, tomat, cabai merah, cabai, rawit, agar setiap anggota kelompok dapat menanam sendiri dirumah masing-masing menggunakan polybag,” tambahnya.

Widia berharap, dengan berjalannya giat ini dapat membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat Sabang, terutama meningkatkan kesejahteraan serta menekan angka stunting di Kota Sabang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *