Budaya  

Made In Made Meriahkan Pagelaran Seni Budaya Aceh Coffee Day

Komunitas Seni Musik Modern-Tradisional (melayu, Aceh dan reggae) Made in Made melaksanakan Pagelaran Seni Budaya Sound of Nanggroe vol.2 yang bertajuk " Aceh Coffee Day" berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 September 2024. Pagelaran tersebut berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh. Foto/Ist.

Habapublik.com, Banda Aceh: Komunitas Seni Musik Modern-Tradisional (melayu, Aceh dan reggae) Made in Made melaksanakan Pagelaran Seni Budaya Sound of Nanggroe vol.2 yang bertajuk ” Aceh Coffee Day” berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 September 2024. Pagelaran tersebut berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh.

Sebelumnya pada tanggal 13-14 September 2024 diadakan Pameran Lulisan dan Bazar Kopi, puncak Pergelaran tersebut dilaksanakan pada 15 September 2024 malam.

Dalam pagelaran tersebut juga ada Talkshow, dengan Narasumber yaitu Nick Thornton, Dr. Syarifudin Solong, dan juga farm Coffee Dr. Salman Yoga dari Tanoh Gayo serta dimeriahkan oleh Pagelaran Seni Musik Made in Made.

Made in Made yang dimotori oleh Ramadhan Moeslem Arrasuly, ada beberapa lagu bertemakan kopi yang dibawakan seperti Aceh Coffee Day, Kupi Reggae, Pengembara Kopi, Coffee Time dan membawakan lagu wajib yaitu Tanoh Lon Sayang yang menambah semaraknya event tersebut.

Acara diawali dengan Opening musik tradisi Aceh dan tarian guel dari Tanoh Gayo oleh sanggar Geunta Nanggroe, Puisi oleh Penyair Aceh Djamal Syarief dan juga Fikar W Eda, beliau yang berasal dari Tanoh Gayo yang berdomisili ditanah jawa dan dipandu oleh Furqan sebagai MC

Selain itu, juga di hadiri oleh Ketua ICMI kota Banda Aceh Iskandar Nurdin, Ir. Teuku Irwan Djohan, M.Afdhal B.Horns, Ketua Kamar Entertainment Indonesia- Aceh Anara Desky, Ketua PPA Mustafa, GM Hotel Hermes Budi Syaiful beserta beberapa GM Hotel lainnya, Para Seniman, Sastrawan dan Budayawan Aceh, Para Pimpinan LSM/Organisasi, Entrepreneur Bidang Barista Coffee dan Para wartawan.

Dalam event tersebut juga dilakukan pelelangan 2 buah lukisan karya Zul MS dan Iswadi Basri, dimana lukisan tersebut menggunakan bahan dasar bubuk/biji kopi dan masing-masing lukisan terjual Rp, 4,5 juta rupiah.

Iskandar Nurdin selaku ketua ICMI Kota Banda Aceh, menyampaikan apresiasi kepada Para Seniman , Sastrawan dan Budayawan Aceh, terutama kepada pihak Komunitas Seni Musik modern-tradisional (melayu, aceh dan reggae) Made in Made yaitu

Ramadhan Moeslem Arrasuly beserta team yang telah berinisiatif mengelar Event Pagelaran Seni budaya Sound of Nanggroe vol.2 yang bertajuk “Aceh Coffee Day”.

“Hal ini selaras dengan telah ditetapkannya International Coffee Day pada tanggal 1 Oktober dan Indonesian Coffee Day pada tanggal 11 Maret,” ujarnya.

Menurut Iskandar, Pagelaran event ini sangat bermanfaat agar kita lebih mengenal filosofi akan kopi yang sudah menjadi minuman kesukaan masyarakat di seluruh dunia.

Dimana Kopi ini selain mempunyai nilai dibidang ekonomi, juga nilai persaudaraan/silaturrahmi, dan juga memutuskan sekat perbedaan antara berbagai tingkatan dan strata.

Dengan kopi akan meningkatkan energi dan hidup menjadi lebih indah dan nyaman, Penyair Aceh Fikar W Eda menyatakan dalam satu bait puisinya “Secangkir Kopi sejuta cerita, tak ada Kopi tak ada cerita, lain kopi lain cerita” dan pergelaran ini juga sebagai Ajang hiburan bagi masyarakat.

Ajang Promosi bagi Aceh baik Domestik maupun Manca Negara apalagi bersamaan dengan kegiatan PON XXI Aceh – Sumut yang sedang berlangsung.

Diakhir acara semua peserta dan undangan menyatakan deklarasi bersama Aceh Coffee Day  pada tanggal 15 September 2024 dan diharapkan tanggal tersebut dapat dimasukkan sebagai kalender Pariwisata sebagai sebuah Pagelaran Spesial khusus untuk Kopi di Aceh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *