Ragam  

Tiga Gampong di Sabang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih 2026

Kota Sabang diabadikan dari Udara. Foto: Ist.

Habapublik.com, Sabang – Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengusulkan tiga kampung nelayan untuk program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026.

Tiga lokasi yang diusulkan yakni Gampong Jaboi kecamatan Sukajaya, Gampong Keuneukai dan Gampong Bateshok di kecamatan Sukamakmue.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang, Lifriza mengatakan, saat ini proses usulan telah memasuki tahapan survei dan verifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurutnya, Hingga kini, tim verifikasi KKP telah melakukan dua kali survei, termasuk survei topografi di lokasi yang diusulkan.

“Untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Sabang di tahun 2026 ini mengusulkan tiga kampung nelayan, yaitu Kampung Jaboi, Kampung Keuneukai dan Kampung Bateshok. Untuk saat ini proses tahapan yang kita lalui adalah sudah dua survei,” ujar Lifriza, Selasa 26 Mei 2026.

Pemilihan tiga kampung tersebut didasarkan pada sejumlah persyaratan utama yang telah dipenuhi, terutama ketersediaan lahan dan aktivitas nelayan yang aktif. Selain itu, pemerintah juga memastikan lokasi yang diusulkan tidak menimbulkan konflik kepemilikan lahan.

Lifriza menambahkan, apabila usulan tersebut disetujui pemerintah pusat, maka tahapan selanjutnya akan masuk ke proses perencanaan detail pembangunan. Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang.

“Jika terpilih nanti kampung ini, ada beberapa fasilitas yang kami usulkan seperti perbengkelan nelayan, tambat labuh, docking kapal, depot perbekalan nelayan, hingga sarana tangkap seperti boat nelayan,” katanya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang berharap seluruh tahapan usulan dapat berjalan lancar dan ketiga kampung yang diajukan dapat ditetapkan dalam program nasional tersebut.

“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Kota Sabang,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *