Habapublik.com, Sabang : Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksa) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sabang. Pihaknya meluncurkan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Kepala Dinas Diskominfotiksa Sabang, Agus Halim, bersama Kepala Bidang Layanan Informasi Publik, Mustakim menjelaskan, dalam hal ini pihaknya berkolaborasi Bersama Dinkes dan KB Sabang, memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, website resmi, dan radio, untuk menyebarkan informasi. Masyarakat diajak untuk menerapkan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Peningkatan kasus DBD di Aceh menjadi dorongan bagi kami untuk melaksanakan kampanye ini secara konsisten. Pencegahan DBD adalah tanggung jawab bersama, dan mengajak seluruh warga Kota Sabang untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” ujar Agus, Senin (30/09/2024).
Lebih lanjut dikatakan, Edukasi kepada masyarakat itu dalam rangka memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, seperti media sosial, website resmi, radio serta kegiatan siaran keliling untuk memberikan informasi kepada warga.
“Kami ingin memastikan masyarakat memahami pentingnya melakukan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Melalui kegiatan siaran keliling, informasi ini dapat dengan cepat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Langkah-langkah ini didorong oleh peningkatan jumlah kasus DBD di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Aceh. Diskominfotiksa berharap melalui kampanye yang konsisten dan peningkatan kesadaran di kalangan warga, penyebaran penyakit DBD di Kota Sabang dapat ditekan secara signifikan.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memahami bahwa pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh warga Kota Sabang,” tutupnya.(*)












