Ragam  

BMKG dan Unesco IOC Gelar Simposium 20 Tahun Tsunami di Aceh

Tarian Saman warnai kegiatan acara penyambutan peserra simposium 2 dekade Tsunami Aceh oleh BMKG dan Unesco ICO di gedung Meuseraya Banda Aceh Minggu (10/11/2024). Foto/Mahfud.

Habapublik.com, Banda Aceh : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan UNESCO IOC menggelar Simposium 2 dekade Tsunami Aceh (Samudra Hindia) yang diikuti 54 negara baik secara daring dan langsung.

Dalam keteranganya saat acara penyambutan (side event) kegiatan Simposium 2 dekade Tsunami di Samudra Hindia Minggu (10/11/2024), Ketua Kelompok Kerja Mitigasi Tsunami Kawasan Samudra Hindia dan Pasifik BMKG Suci Dewi Anugrah mengatakan kegiatan ini bertujuan melihat kembali kemajuan sistim peringatan dini Tsunami serta upaya mitigasi yang telah di lakukan, Sekaligus sebagai jembatan pertukaran pengalaman negara di dunia.

Dia mengatakan ada 54 negara yang berpartisipasi baik secara daring dan menghadiri langsung, diantaranya, Uni Emirat Arab, China, Amerika Seriakt, Italia dan India.

“Tsunami simposium global yang kedua kegiatan rutin unesco ioc, dan kali ini bmkg sebagai host dari Indonesia, kita mengundang banyak expert bidang tsunami, praktisi kebencanaan, saintis muda, dan kita harapkan ada identifikasi, gap, challenge, dan prioritas yang kaitannya dengan pembangunan sistim peringatan dini,” terangnya.

Indonesia katanya juga memiliki pengalaman Tsunami yang di bangkitkan faktor non seismik, Untuk itu, Seperti negara lain Pemerintah Indonesia juga sudah sudah mulai membangun sistim peringatan dini terkait Tsunami non seismik atau Tsunami tanpa disebabkan gempa bumi, seperti longsor laut akibat gunung berapi.

Pada kesempatan kegiatan pra simposium atau Side Event di Balai Meuseraya Banda Aceh Minggu (10/11/2024) salah satu peserta asal Kabupaten Bantul Yogyakarta yang merupakan aktifis Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Muklas Arsudin berharap kejadian gempa kuat yang juga pernah dialami Kabupaten Batul tidak akan terjadi lagi dan akan lebih siap lewat pengetahuan dari para ahli yang hadir.

“Banyak hal yang kami ingin tahu, karena disini banyak ahli yang nanti yang akan mengupas itu, yang paling ingin kami ketahui dan perdalam khusus tentang tsunami itu,”jelasnya.

Kegiatan simposium pada hari pertama Senin 11 November akan menghadirkan sejumlah pembicara kunci yakni Kepala BMKG Pusat Prof. Dwikorita Karnawati Kepala BNPB Let. Jen. Dr. Suharjanto dan Dr. Yutaka Michida Ketua UNESCO-IOC.

Selain itu di halaman gedung juga di buka stand sejumlah Lembaga Kemanusiaan seperi JICA, USAID, BPBA, dan UNESCO IOC.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *