“Paslon Sabar Soroti Penempatan Kadis Sarat Nepotisme, Paslon Mulia Bantah”
Habapublik.com, Meureudu: Debat publik Pilkada Pidie Jaya (Pijay) yang berlangsung pada Sabtu 16 November 2024 pagi, di ruang rapat kantor DPRK setempat berlangsung seru dan alot saat kedua Pasangan Calon (Paslon) memaparkan visi, misi dan gagasan tiap topik materi yang dipaparkan dalam debat publik tersebut.
‘Salah satu topik yang menjadi perhatian dan sorotan pengunjung, ketika paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, Sibral Malasyi-Hasan Basri (Sabar) menyoroti tentang penempatan Kepala Dinas (Kadis) di instansi serta lembaga dilingkup Pemkab Pijay belakangan ini di tenggarai “sarat nepotisme”, namun disanggah oleh Paslon nomor urut 2, H Said Mulyadi-Saiful Anwar (Mulia) yang menjawab sudah sesuai prosedur.
Dimana Paslon Sabar menuding Paslon Mulia yang notabene petahana, yaitu Calon Bupati Said Mulyadi yang juga mantan Wakil Bupati dan Pj. Bupati Pijay, telah melakukan nepotisme dalam pengangkatan sejumlah Kepala Dinas pada masa pemerintahannya.
“Kami mengamati 10 tahun kepemimpinan saudara (Said Mulyadi_Red), ada pola penempatan pejabat yang tidak sehat. Diantaranya Kadis yang ditempatkan ditenggarai memiliki hubungan kekerabatan dan keluarga dengan Bupati maupun pejabat tinggi lainnya, ini jelas melanggar semangat reformasi birokrasi,” ungkap Calon Wakil Bupati (paslon Sabar) Hasan Basri.
Sembari menambahkan bahwa, praktek demikian tidak hanya melukai kepercayaan masyarakat, namun juga mengancam profesionalisme dalam menjalankan roda pemerintahhan daerah.
Lantas sontak Paslon Mulia, Calon Bupati Said Mulyadi merespon dengan kesan santai dan menegaskan bahwa, semua pengangkatan pejabat di lingkup pemerintahannya saat itu telah melalui proses yang transparan dan sesuai aturan.
“Kami mematuhi aturan yang berlaku, mulai dari Undang-Undang ASN hingga proses seleksi terbuka yang melibatkan tim independen. Tidak ada langkah yang kami ambil tanpa prosedur yang sah,” jawab Said Mulyadi tegas.
_Sesi debat Pilkada Pijay yang dipusatkan di Ruang rapat DPRK yang juga disiarkan langsung Kompas TV Aceh dan INews TV Aceh, sempat memanas, ketika wakil paslon Mulia_ “Saiful Anwar melontarkan kata-kata yang bersifat pribadi terhadap Hasan Basri (sabar)”.
Mengantisipasi argumen berlanjut moderator dengan sigap mengambil alih sesi debat. Lalu memberikan waktu kepada ke dua paslon untuk tenang dan menahan diri untuk lebih fokus kepada materi sisi debat dan yang relevan. (*)












