Angka DBD di Kota Sabang Meningkat Capai 117 Kasus

Kota Sabang mengalami peningkatan signifikan kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Petugas dari Dinkes Sabang sedang melakukan fogging disalah satu lokasi. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Kota Sabang mengalami peningkatan signifikan kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Sabang, tercatat sebanyak 117 kasus DBD.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat untuk segera mengambil langkah pencegahan dan penanganan.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang dr. Edi Suharto melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Pricilia Casandra Golda mengungkapkan, data tersebut diperoleh dari seluruh puskesmas di wilayah Kota Sabang. Puskesmas yang terlibat mencakup Sukajaya, Cot Bau, Jaboi, Sukakarya, Pria Laot, dan Iboih.

“Angka ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan agar kasus tidak semakin bertambah,” ujar dr. Golda, Sabtu (30/11/2024).

Dinas Kesehatan Kota Sabang telah melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan penyebaran DBD. Di antaranya adalah edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya DBD serta pencegahannya.

Sosialisasi ini menyasar warga di seluruh gampong di Kota Sabang. Selain itu, pihaknya juga telah melaksanakan fogging sebanyak 29 kali di wilayah-wilayah yang dilaporkan terdapat kasus DBD.

Menurut dr. Pricilia, kasus DBD ini dialami oleh berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, mayoritas penderita berasal dari kalangan anak-anak, sehingga upaya perlindungan terhadap mereka menjadi prioritas.

“Anak-anak lebih rentan karena lingkungan bermain mereka kerap menjadi sarang nyamuk. Kami juga mengajak orang tua untuk lebih waspada,” tambahnya.

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menerapkan gerakan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat air, mendaur ulang barang bekas, serta menambah perlindungan seperti penggunaan kelambu atau lotion antinyamuk.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

Dinas Kesehatan Kota Sabang mengajak seluruh pihak, termasuk perangkat desa, untuk bersama-sama memerangi DBD. “Kami harap masyarakat tidak hanya bergantung pada fogging, tetapi juga proaktif menjaga kebersihan lingkungan. Dengan gotong royong, kita bisa menekan angka kasus DBD,” tutup dr. Pricilia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *