Omzet Penjualan Bumbu di Pasar Tradisional Sabang Meningkat

Omzet penjualan bumbu di Pasar Tradisional Kota Sabang mengalami peningkatan signifikan, terutama saat menjelang hari besar seperti Ramadhan, Hari Raya, dan momentum hari meugang. Salah satu penjual bumbu di Pasar Induk Sabang. Foto/Difa

Habapublik.com, Sabang : Omzet penjualan bumbu di Pasar Tradisional Kota Sabang mengalami peningkatan signifikan, terutama saat menjelang hari besar seperti Ramadhan, Hari Raya, dan momentum hari meugang. Para pedagang bumbu mengaku meraup keuntungan hingga jutaan rupiah per hari pada momen-momen tersebut.

Salah satu penjual bumbu di Pasar Induk Sabang, Asmawarni, yang berasal dari Gampong Bateshok, mengungkapkan dalam hari-hari biasa, omzet penjualannya mencapai Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari. Namun, saat menjelang hari besar, pendapatannya bisa melonjak drastis hingga jutaan rupiah dalam sehari.

Asmawarni telah menekuni usaha penjualan bumbu sejak tahun 2007 dengan meneruskan bisnis keluarga. Ia menawarkan berbagai macam bumbu, mulai dari bumbu khas Aceh, bumbu rendang, hingga berbagai jenis bumbu lainnya.

“Harga yang saya jual juga bervariasi, mulai dari Rp20.000 per bungkus ini untuk masak satu ekor ayam dan satu kg daging sapi. Harganya bisa berbeda-beda tergantung pada permintaan dan jenis bumbu yang dibeli pelanggan,” ujar Mawar, Senin (11/02/2025).

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Asmawarni mendapat pasokan dari Banda Aceh dengan modal awal pemesanan sekitar Rp300.000. Namun, dalam menjalankan usahanya, ia menghadapi kendala, terutama dalam hal ketersediaan alat penggiling bumbu. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia memiliki dua alat penggiling bumbu, namun saat ini keduanya telah rusak.

Asmawarni berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat untuk mendukung usahanya, baik melalui bantuan modal usaha maupun penyediaan mesin penggiling bumbu baru.

“Dengan adanya bantuan tersebut, tentunya saya optimis bisnis yang sudah saya jalankan selama 18 tahun dapat berkembang lebih baik dan mampu memenuhi permintaan pelanggan secara lebih efisien,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *