Habapublik.com, Sabang: Para petani di Kota Sabang, khususnya di Gampong Batee Shok, Kecamatan Sukamakmue, mengungkapkan keresahan terkait peredaran herbisida oplosan yang dinilai tidak efektif membasmi gulma. Meski dijual dengan harga tinggi dan dikemas seolah-olah bermerek ternama, produk ini tak memberikan hasil maksimal di lahan pertanian.
Kondisi ini kian terasa dalam beberapa tahun terakhir, seiring bertambahnya jumlah warga yang beralih menjadi petani karena tuntutan ekonomi. Bertani dinilai sebagai jalan hidup yang realistis, meski minim dukungan teknis dan perlindungan atas sarana produksi.
“Kami sudah keluarkan uang banyak untuk herbisida, tapi gulma tetap tumbuh. Ada yang bilang itu karena herbisidanya palsu atau sudah dioplos. Ini sangat merugikan,” ujar Tgk. H. Qamaruzzaman, S.Pd.I., M.Pd, salah satu tokoh petani setempat, Selasa (13/05/2025).
Ia menambahkan, bila pemerintah ingin mendukung cita-cita swasembada pangan, maka perlu ada perhatian lebih terhadap pengawasan distribusi herbisida dan sarana pertanian lainnya. Tanpa pengawasan yang memadai, petani bisa saja terus menghadapi tantangan yang merugikan usaha mereka.
“Kami tidak minta banyak. Cukup lindungi kami dari produk pertanian palsu, dan bantu kami menjaga kesuburan tanah serta hasil panen yang sehat.”
Para petani berharap, pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap distributor herbisida agar produk palsu tidak lagi beredar di lapangan. Selain itu, adanya uji mutu yang transparan, bantuan herbisida berkualitas, serta edukasi untuk mengenali produk yang aman bagi lahan dan tanaman.
Sebagai garda terdepan ketahanan pangan, para petani ingin didengar dan dilindungi dari kerugian akibat sarana produksi yang merugikan.
Qamaruzzaman berharap, langkah nyata segera diambil sebelum kondisi ini semakin menekan kehidupan petani kecil yang menggantungkan nasib pada hasil panen.(*)












