Habapublik.com, Sabang : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sabang tidak sekadar memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai agenda tahunan semata. Di balik barisan rapi dan kibaran bendera, tersimpan tekad besar menjadikan sekolah ini sebagai pusat pembinaan karakter nasionalis dan disiplin tinggi.
Kepala MAN Sabang, Saddam Khadafi, menegaskan bahwa upacara bukan hanya rutinitas, tapi media membentuk karakter siswa. Tahun ini, MAN Sabang mengusung tema nasional “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat” sebagai dorongan semangat bersama untuk pemulihan nilai kebangsaan.
“Upacara adalah bagian dari disiplin, dan dari disiplin itulah kami berharap rasa nasionalisme tumbuh kuat di kalangan siswa,” ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan upacara. Kita ingin para siswa menyadari bahwa nasionalisme bukan hanya soal simbol, tapi sikap yang harus dibentuk sejak dini,” ujar Saddam, Selasa (20/05/2025).
Menariknya, siswa yang menjadi penggerek bendera adalah anggota Paskibraka 2024, termasuk satu perwakilan yang lolos ke tingkat provinsi. Hal tersebut bukan hanya melambangkan kehormatan, tetapi juga menjadi simbol konkret dari hasil pembinaan karakter di MAN Sabang.
“Kita berharap, dengan kegiatan seperti ini, rasa nasionalisme yang mungkin sempat luntur di kalangan generasi muda bisa kembali tumbuh, khususnya di lingkungan sekolah. Pendidikan karakter itu sangat penting sebagai fondasi kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Dengan total 218 siswa dan 76 di antaranya telah lulus tahun ini, MAN Sabang kini berfokus membina sekitar 140 siswa aktif yang diarahkan untuk menjadi pelajar unggul dan berwawasan kebangsaan. Sekolah ini menegaskan bahwa menjadi madrasah bukan hanya soal pelajaran agama, tapi juga membentuk jiwa patriot yang siap berkontribusi bagi bangsa.(*)












