Habapublik.com, Sabang: Saat kapal cepat memilih menepi akibat amukan gelombang, ketahanan kapal Roro PT ASDP Indonesia Ferry teruji. Di tengah kondisi cuaca buruk dan angin kencang yang menyebabkan pembatalan sejumlah pelayaran kapal cepat rute Sabang Banda Aceh ataupun sebaliknya, kapal Roro tetap beroperasi normal seperti biasanya. Operasional kapal lambat ini dinilai masih aman berkat kapasitas dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap gelombang laut.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Reno Yulianto, mengatakan kapal Roro tetap berlayar karena tinggi gelombang dan kecepatan angin masih di bawah ambang batas yang ditetapkan. “Kapal Roro tetap berlayar karena kondisi laut saat ini masih dalam kategori aman untuk kapal berukuran besar,” kata Reno saat dikonfirmasi awak media, Minggu (20/7/2025).
Menurut Reno, kecepatan angin saat ini berkisar 30 knot dengan tinggi gelombang sekitar 2 meter. Ukuran tersebut masih masuk kategori aman untuk pelayaran kapal lambat jenis Roro. “Kapal Roro baru tidak berlayar jika ombak laut di atas 3 meter dan kecepatan angin lebih dari 40 knot. Sedangkan kapal cepat mulai tidak aman jika gelombang mencapai 2 meter,” jelasnya.
Dirinya menjelaskan secara rutin pihaknya terus memantau kondisi cuaca secara visual di pelabuhan, berkoordinasi dengan BMKG serta menggunakan aplikasi pemantau cuaca real-time (riil). “Untuk pemantauan cuaca, kami juga gunakan aplikasi Windy.com. Disitu dapat dilihat kecepatan dan arah angin, potensi hujan, hingga tinggi gelombang laut secara real-time,” ungkapnya.
Ia menambahkan kondisi yang paling berisiko biasanya terjadi ketika angin kencang datang tanpa disertai hujan, terutama saat langit gelap tertutup awan. “Kalau hujan dan angin bersamaan justru lebih mudah terbaca. Tapi kalau angin kencang tiba-tiba datang di langit gelap tertutup awan hitam justru itu yang biasanya lebih berbahaya,” pungkas Reno.(*)












