Habapublik.com, Sabang : Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus menyerahkan bantuan bibit tanaman kepada siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Sabang. æ
Kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian siswa dalam mengelola budidaya tanaman di lingkungan sekolah dan rumah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Widya, SP, M.Si, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap program sekolah dalam bidang pertanian.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran praktis bagi anak-anak agar mampu mengembangkan keterampilan bercocok tanam.
“Kami menyerahkan bantuan berupa bibit jagung, sawi, cabai merah, dan terong.
Harapannya, anak-anak bisa belajar menanam, mencatat hasilnya, hingga memahami proses pembukuan dan keuangannya,” ujar Widya, Senin (21/10/2025).
Ia menambahkan, bantuan tersebut akan terus berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan Dinas Pertanian terhadap sekolah-sekolah yang berstatus adiwiyata.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter, kemandirian, serta pengenalan konsep wirausaha sejak dini.
Sementara itu, Kepala SLBN 2 Kota Sabang, Nasrizal, S.Pd.I. , menyambut baik dukungan dari Dinas Pertanian dan Pangan tersebut. Menurut Nasrizal, program pertanian di sekolah sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan kini hasilnya mulai terlihat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami karena anak-anak semakin bersemangat untuk berkarya di bidang pertanaman. Beberapa siswa bahkan telah menerapkan keterampilan bercocok tanam di rumah masing-masing dengan melibatkan orang tua,” kata Nasrizal, S.Pd.I.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat delapan siswa yang aktif mengikuti kegiatan pertanian sekolah dengan fokus pada tanaman organik seperti kunyit, kangkung, dan jagung. Ke depan, pihak sekolah berencana mengembangkan kembali sistem tanam hidroponik agar siswa semakin terampil dan produktif.
Dengan adanya dukungan berkelanjutan dari Dinas Pertanian, diharapkan kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.(*)












