Habapublik.com, Takengon: Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tengah sukses menggelar kegiatan storytelling Sirah Nabawiyah bertempat di Gedung Olah Seni Takengon pada Senin, 27 Oktober 2025.
Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui media seni bercerita Islami, serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sejarah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tengah. Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Irhamsyah, menyampaikan bahwa partisipasi aktif dari seluruh kecamatan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap upaya-upaya peningkatan pemahaman keagamaan di masyarakat.
Para peserta storytelling berasal dari kelompok ibu-ibu pengajian FUSPITA (Forum Ukhuwah Silaturrahmi Pengajian Takengon). FUSPITA sendiri dikenal sebagai forum yang aktif dalam kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat Aceh Tengah.
Keterlibatan FUSPITA diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan-pesan Sirah Nabawiyah kepada keluarga dan komunitas sekitar.
Acara pembukaan kegiatan storytelling ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si. Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Kantor Kemenag Aceh Tengah dalam menyelenggarakan kegiatan yang bernilai edukatif dan religius ini.
“Kegiatan storytelling Sirah Nabawiyah ini sangat penting dalam upaya kita untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Meneladani bukan hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegas Bupati Haili Yoga.
Kegiatan storytelling ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin Kantor Kemenag Aceh Tengah, serta menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk menyelenggarakan kegiatan serupa.
Dengan memahami dan menghayati Sirah Nabawiyah, diharapkan masyarakat Aceh Tengah dapat menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk melestarikan seni bercerita Islami sebagai bagian dari kekayaan budaya Aceh Tengah.(*)












