Pascabanjir, Pedagang di Pijay Keluhkan Harga Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp60.000 Pertabung

Warga antrean untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan di Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Foto: Dok Hermansyah.

Habapublik.com, Meureudu: Pascabanjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Pidie Jaya (Pijay), tidak sedikit pedagang kecil yang berupaya kembali bangkit dengan membuka usaha demi menyambung penghidupan.

Namun, niat tersebut dihadapkan pada persoalan baru, yakni melonjaknya harga gas elpiji eceran yang mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per tabung. Padahal, gas merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas berdagang.

Jufrizal (45), pedagang mi di salah satu kedai di Kota Meureudu, kepada media Habapublik.com, Jumat (19/12/2025), mengaku terpaksa menutup sementara aktivitas dagangnya akibat tingginya harga gas eceran di pasaran.

Selain persoalan harga, Jufrizal juga mengeluhkan pasokan gas yang kerap tidak stabil, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer. Kondisi tersebut semakin menyulitkannya karena usahanya sangat bergantung pada ketersediaan gas untuk dapat kembali beroperasi.

“Harga gas yang tidak stabil dan sulit didapat membuat saya terpaksa menghentikan jualan sementara. Bahkan ada sebagian pedagang lain juga memilih menunda berjualan, sama seperti saya,” ujarnya.

Jufri menambahkan bahwa kondisi semacam ini semakin memberatkan para pedagang kecil yang sebelumnya sudah mengalami kerugian akibat banjir. “Baik kerusakan barang maupun rak,” sambung Jufri, yang berjualan di sebuah kafe dekat Krueng Meureudu.

Menurutnya, tanpa dukungan pasokan gas elpiji secara normal sebagai mana mestinya, upaya pemulihan pasca bencana, ekonomi pedagang semisal dirinya dikhawatirkan akan berjalan lambat dan semakin memberatkan pelaku usaha kecil di Pidie Jaya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *