Habapublik.com, Subulussalam : Pemerintah Kota Subulussalam menerima kucuran dana bantuan tanggap darurat pasca bencana senilai total Rp5,1 miliar dari berbagai pihak. Dana tersebut kini telah dialokasikan ke enam instansi teknis untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan sosial.
Bantuan ini merupakan gabungan dari pemerintah pusat sebesar Rp4 miliar dan Pemerintah Aceh sebesar Rp97 juta. Selain itu, solidaritas antar daerah juga terlihat dari bantuan Kabupaten Bandung senilai Rp25 juta dan Surabaya sebesar Rp1 miliar.
Seluruh dana tersebut telah dituangkan ke dalam program kerja di Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Syariat Islam, Dinas Kesehatan, BPBD, dan PUPR. Masing-masing dinas memiliki wewenang penuh dalam mengelola bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ali Tumangger selaku pimpinan otoritas keuangan daerah menyebutkan bahwa alokasi anggaran ini sudah dibahas dalam rapat koordinasi segera setelah dana ditransfer ke kas daerah. Skema pengadaan barang dan jasa pun telah ditentukan.
“Untuk pengadaan barang dan jasa pada dana darurat ini tidak seperti pada umumnya, jika memang harus berkontrak dilakukan kontrak sederhana,” kata Ali Tumangger, Rabu (14/1/2026).
Meski skema pembagian sudah jelas, efektivitas bantuan ini masih bergantung pada kecepatan masing-masing instansi dalam mengeksekusi anggaran. Pihak keuangan daerah mengaku terus bersiaga untuk memproses setiap pengajuan penarikan dana yang masuk.
“Untuk pengadaan barang dan jasa, seluruhnya diserahkan kepada enam instansi tersebut. Kita tengah menunggu pengajuan penarikan dana darurat itu,” pungkas Ali.(*)












