Dua Bulan Pascabanjir, Kuala Dangkal Nelayan Pesisir Pijay Belum Bisa Melaut

Boat nelayan terparkir di bantaran sungai Krueng Meureudu Kabupaten Pidie Jaya yang mengalami pendangkalan. Foto: Hermansyah.

Habapublik.com, Meureudu: Memasuki dua bulan lebih pascabanjir bandang yang menerjang kawasan pesisir Kabupaten Pidie Jaya (Pijay). Hasil pantauan aktivitas nelayan setempat sampai saat ini belum sepenuhnya pulih.

Rata-rata boat pukat berukuran besar dan sedang milik nelayan dilaporkan belum dapat kembali melaut akibat tumpukan material banjir yang menyebabkan pendangkalan akses kuala atau muara, sehingga tidak bisa dilalui boat nelayan.

Informasi yang dihimpun Habapublik.com, Kamis (29/1/2026) dari sumber terpercaya, lebih kurang 80 unit boat pukat dengan berbagai ukuran, yang masing-masing diawaki sekitar 20-30 anak buah kapal (ABK), menggantungkan mata pencaharian di laut lepas Pidie Jaya.

Panglima Laot Kabupaten Pidie Jaya, Sofyan, saat ditemui media ini mengatakan bahwa persoalan akses melaut seakan menjadi momok bagi para nelayan, terlebih menjelang bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari.

“Pengaruh terjangan banjir terhadap aliran Krueng Sungai Meureudu hingga ke kuala terbilang cukup besar, menyebabkan pendangkalan sehingga boat tidak mampu melintas. Ini butuh perhatian serius pemerintah,” ujarnya.

Menurut pria yang dikenal dengan sebutan Abuyan, kondisi demikian berdampak langsung pada perekonomian nelayan. Ia meminta pemkab atau yang membidangi melakukan normalisasi kuala dan pengerukan agar aktivitas para nelayan kembali berjalan normal.

“Harapan kami pemerintah segera turun tangan. Kalau kuala dilakukan pengerukan, aktivitas boat kembali berjalan ,” tambah Panglima Laot dari sembilan Abu Laot Lhok se-kabupaten Pidie Jaya itu.

Pasca banjir bandang dan longsor (hidrometeorologi) nelayan pesisir Pidie Jaya sedang menanti solusi konkret agar roda perekonomian mereka dapat kembali berputar dan dampak berkepanjangan akibat musibah bencana segera diatasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *