Perahu Pecah Dihantam Ombak, Nelayan Asal Ie Meulee Sabang Nyaris Tenggelam

Seorang nelayan muda asal Gampong Ie Meulee, Kota Sabang nyaris tenggelam setelah perahu yang digunakannya pecah dihantam ombak saat melaut di perairan setempat, Sabtu (14/3/2026) siang. Korban diketahui bernama Rizky (19) dilaporkan berhasil diselamatkan oleh rekan sesama nelayan di sekitar lokasi kejadian. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Seorang nelayan muda asal Gampong Ie Meulee, Kota Sabang nyaris tenggelam setelah perahu yang digunakannya pecah dihantam ombak saat melaut di perairan setempat, Sabtu (14/3/2026) siang. Korban diketahui bernama Rizky (19) dilaporkan berhasil diselamatkan oleh rekan sesama nelayan di sekitar lokasi kejadian.

 

Panglima Laot Lhok Ie Meulee, Hasballah, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat Rizky dalam perjalanan pulang dari laut. Saat itu korban melaut seorang diri dan tidak mengikuti rombongan nelayan lainnya.

“Temannya yang berada di belakang melihat bot Rizky sudah pecah dan mulai tenggelam. Rizky juga sudah tenggelam lalu langsung ditolong oleh rekannya,” kata Hasballah.

Setelah berhasil menyelamatkan korban, rekan nelayan tersebut langsung menghubungi pihak di darat untuk menyampaikan informasi kejadian. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Panglima Laot serta nelayan lainnya di kawasan Lhok Ie Meulee.

“Setelah dapat kabar, kami langsung ambil sikap dan menjemput korban menggunakan boat SKPT. Saat itu korban sudah dalam kondisi selamat setelah ditolong rekannya,” ujarnya.

Hasballah menjelaskan lokasi kejadian diperkirakan berada sekitar 10 mil dari kawasan Balai Pasi. Proses evakuasi berlangsung hingga korban akhirnya berhasil dibawa kembali ke darat pada sore hari. “Rizky akhirnya tiba di darat sekitar pukul 18.00 WIB. Alhamdulillah kondisinya selamat,” ucapnya.

Saat ini Rizky telah kembali ke kediamannya di Gampong Ie Meulee setelah proses evakuasi dilakukan oleh para nelayan. Meski selamat, korban disebut masih dalam kondisi syok akibat kejadian yang dialaminya di laut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *