Habapublik.com, Sabang – Harga emas di Kota Sabang mengalami penurunan dalam sepekan terakhir, dari Rp8,4 juta menjadi Rp8,3 juta per mayam. Meski turun, aktifitas transaksi di sejumlah toko emas terpantau masih relatif sepi.
Pemilik toko emas di Jalan Perdagangan Sabang, Zulfikar, mengatakan penurunan harga terjadi mengikuti kondisi pasar global. Ia menyebut perubahan ini cukup berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk bertransaksi.
“Dalam seminggu terakhir harga emas turun dari Rp8,4 juta ke Rp8,3 juta per mayam. Meski harga turun, belum terlihat lonjakan pembelian yang signifikan dari masyarakat,” ujar Zulfikar, Kamis 23 April 2026.
Menurutnya, kondisi saat ini justru menunjukkan transaksi yang lebih banyak didominasi oleh penjualan emas. Hal ini terlihat dari jumlah emas yang dijual masyarakat lebih tinggi dibandingkan yang dibeli.
Zulfikar menjelaskan, rata-rata penjualan emas bisa mencapai hingga 20 mayam per hari. Sementara itu, untuk pembelian, jumlahnya hanya berkisar sekitar 5 mayam per hari.
“Kalau penjualan bisa sampai 20 mayam per hari, tapi pembelian paling hanya 5 mayam. Kondisi ini menunjukkan masyarakat lebih memilih mencairkan aset emas mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, sepinya transaksi pembelian kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat. Meski demikian, ia berharap harga emas kembali stabil agar minat beli masyarakat dapat meningkat kembali.(*)












