Habapublik.com, Mekkah – Bersyukur dan penuh kegembiraan menghiasi wajah jamaah haji kelompok terbang (kloter) BTJ 8 Aceh saat Nazhir wakaf Baitul Asyi Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu menyerahkan dana wakaf di pemondokan Burj al Wahda al Mutamayiz Hotel di Jarwal Mekkah, Jumat sore (15/5/2026).
Dana wakaf Baitul Asyi berasal dari aset peninggalan Habib Abdurrahman bin Alwi al Habsyi atau Habib Bugak al Asyi, ulama asal Aceh yang mewakafkan hartanya untuk kepentingan masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji.
Wakaf ini telah berlangsung selama 220 tahun sejak pertama kali di ikrarkan oleh Habib Bugak Asyi dan terus di kelola oleh nazhir yang di beri amanah untuk menjaga dan menyerahkannya kepada yang berhak.
Pada musim haji tahun 2026 pengelola wakaf Baitul Asyi menyalurkan sekitar 11,2 juta riyal kepada 5.426 jamaah haji asal Aceh. Masing masing jamaah menerima 2000 riyal atau sekitar Rp. 9,2 juta rupiah.
Nilai aset Wakaf Baitul Asyi di perkirakan lebih dari 200 juta riyal atau sekitar Rp 5,2 trilliun. Aset berkembang menjadi bangunan strategis di Mekkah di antaranya Hotel Ajyad 25 lantai dan Menara Ajyad 28 lantai yang berlokasi dekat Masjidil Haram. Kedua bangunan tersebut mampu menampung lebih dari 7000 orang.
Jamaah Kloter 8 BTJ Aceh yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar, Bireuen dan Gayo Lues tiba di Mekkah pada hari Rabu 13 mei 2026 pukul 17.30 WAS dengan jumlah jamaah 393 orang, 142 laki laki dan 251 perempuan.

Menurut ketua kloter 8 BTJ Aceh H Khalid Wardana SAg MSi, seluruh jamaah telah melaksanakan thawaf, sai dan tahallul sebagai rangkaian ibadah haji tamattu’.
Dua hari pasca kedatangan seluruh jamaah mendapat undangan dari nazhir wakaf Baitul Asyi untuk penerimaan dana baitul asyi dan seluruh jamaah telah menerimanya.
Sebagai bentuk kebersamaan dan hubungan kekeluargaan jamaah kloter 8 menyerahkan bungong jaroe kepada nazhir baitul asyi berupa bubuk kopi, ija krong dan makanan khas Aceh. “Nilainya memang tidak seberapa tetapi bentuk ikatan persaudaraan dan keikhlasan yang harus terus di jaga,”ujar Khalid Wardana.
Dana wakaf baitul asyi di harapkan menjadi inspirasi untuk seluruh jamaah haji dan masyarakat Aceh tentang pentingnya gerakan wakaf dan pemamfaatan potensi wakaf secara berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi dan kemaslahatan ummat. Terutama meningkatkan peran dan tanggung jawab nazhir.
“Potensi wakaf di Aceh sangat besar tetapi belum di berdayakan dan di kelola secara profesional,”ungkap Khalid Wardana (Wakil ketua BWI Aceh Besar).
Penyerahan dana wakaf baitul asyi untuk kloter 8 di hadiri Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Tgk H Muhammad Ali/Abu Paya Pasi, Tgk Jamaluddin Affan, petugas kloter 8 (Khalid Wardana, Tgk Mustafa, Nazaruddin Yahya, dr Farah Maulida, Syafruddin Rahu dan Inong Sofiarini). (*)












