Hadirkan Cita Rasa Khas Jawa, Omzet Pecel Lele di Sabang Tembus Rp3 Juta per Hari

Usaha kuliner pecel lele di Kota Sabang mulai menarik perhatian warga dan wisatawan karena menghadirkan cita rasa khas Jawa yang sudah lama tidak ditemukan di daerah tersebut. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Usaha kuliner pecel lele di Kota Sabang mulai menarik perhatian warga dan wisatawan karena menghadirkan cita rasa khas Jawa yang sudah lama tidak ditemukan di daerah tersebut.

Salah satu usaha yang ramai dikunjungi yakni Pecel Lele Qimi yang mampu meraih omzet kotor hingga Rp3 juta per hari saat ramai pelanggan.

Pemilik usaha Pecel Lele Qimi, Feni Amelia mengatakan usaha tersebut mulai dibuka pada akhir November 2025 bersama rekannya, Salfira, yang menjadi koki andalan di tempat usaha tersebut.

Ia menyebut ide membuka usaha pecel lele muncul karena makanan tersebut sudah lama tidak tersedia di Sabang.

“Awalnya kami mencari usaha kuliner yang cocok di Sabang dan akhirnya memilih pecel lele karena sudah lama tidak ada. Alhamdulillah respons masyarakat sangat bagus dan sekarang banyak pelanggan tetap dari warga Sabang,” kata Feni Amelia, Rabu 20 Mei 2026.

Feni menjelaskan menu yang dijual terdiri dari ayam dan lele dengan harga mulai Rp18 ribu hingga Rp22 ribu tergantung ukuran dan jenis nasi yang dipilih pembeli. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, lele didatangkan dari Banda Aceh setiap tiga hari sekali karena stok di Sabang masih terbatas.

Salah seorang warga Sabang, Harry Susethia mengaku sering datang ke Pecel Lele Qimi karena rasa makanan yang dinilai mirip dengan pecel lele di Pulau Jawa.

Menurutnya sambal dan nasi uduk yang disajikan menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.

“Rasanya luar biasa karena mengobati kerinduan makan pecel lele khas Jawa. Harganya juga masih layak, pelayanannya cepat dan makanannya selalu hangat saat dinikmati,” kata Harry.

Usaha kuliner malam seperti pecel lele dinilai ikut menambah pilihan tempat makan bagi masyarakat maupun wisatawan di Kota Sabang. Kehadiran usaha tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pelaku UMKM kuliner lokal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *