Habapublik.com, Takengon – Suasana resah kini menyelimuti warga Takengon, Aceh Tengah. Sejumlah aksi pencurian yang terjadi belakangan ini membuat masyarakat merasa tidak aman dalam beraktivitas sehari-hari.
Muhammad Taharruddin, warga di kawasan kota Kecamatan Bebesen, mengungkapkan keresahannya. Ia berharap aparat terkait untuk meningkatkan pengamanan agar gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak semakin meluas.
“Kami selaku masyarakat berharap, supaya keamanan dan ketertiban daerah kita ini semakin aman, bukan sebaliknya. Mohon kepada pihak terkait agar disampaikan, supaya kita aman tentram dalam beraktifitas meninggalkan rumah,” ujarnya penuh harap, Rabu (17/6/2026).
Keresahan warga ini mendapat perhatian dari jajaran Polres Aceh Tengah. Kapolres AKBP. Muhammad Taufiq, S.I.K, M.H melalui Wakapolres Kompol Samsir, S.H. dalam program Halo RRI menjelaskan bahwa ada sejumlah faktor yang memicu meningkatnya tindak pencurian.
Pertama, faktor ekonomi, di mana musim panen kopi dan sayur mayur menjadi daya tarik bagi oknum yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Kedua, faktor geografis wilayah yang luas, termasuk lahan pertanian yang rawan, serta adanya kesempatan yang dimanfaatkan pelaku.
“Sejumlah kasus yang kami tangani, pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga melakukan perbuatan melanggar hukum,” ungkap Kompol Samsir.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Aceh Tengah meningkatkan patroli rutin, melakukan penyuluhan hukum kepada masyarakat dan petani, serta mengoptimalkan peran Poskamling. Selain itu, Babinkamtibmas diminta aktif melakukan kunjungan sambang untuk menerima keluhan masyarakat.
“Kami akan menindak tegas setiap kasus termasuk pencurian sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat diminta segera melaporkan jika terjadi gangguan keamanan,” tegasnya.(*)












