Habapublik.com, Banda Aceh – Senat Mahasiswa Pascasarjana bersama Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh gelar kegiatan APSICIS (Ar-Raniry Postgraduate Student International Conference in Islamic Studies) 2026, Selasa (23/6/2026) di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana Kampus setempat.
Konferensi internasional (KI) tersebut satu upaya strategis dalam memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring keilmuan global, serta mendorong kontribusi mahasiswa dan akademisi dalam pengembangan studi Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
Bertemakan, _Harmony of Knowledge and Values: Decolonialized Perspectives on Religion, Education, and Society_Serta APSICIS perspektif multidisipliner yang menekankan harmonisasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks agama, pendidikan dan kehidupan sosial.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, “mulai dari mahasiswa Pascasarjana, S-1, Diploma UIN Ar-Raniry, Dosen, Peneliti, Akademisi hingga perwakilan Perguruan Tnggi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah institusi pendidikan tinggi dari luar negeri.
Keberagaman peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan kajian Islam yang inklusif, kolaboratif,dan berorientasi global”.
Sementara itu, empat narasumber baik nasional dan internasional yang memiliki reputasi akademik di bidangnya turut menyampaikan materi.
Masing-masing narasumber, yakni Amaliyah Fitri, yang juga Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul, Korea Selatan (Korsel) Arif Zamhari, Profesor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bElsayed
M. A. Amin, Profesor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam dan Nurussakinah Daulay, Profesor dari UIN Sumatera Utara.
Dalam serimoni pembukaan, Ketua Panitia APSICIS 2026, Dr Sehat Ihsan Shadiqin, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pemakalah, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi tersebut. Terima kasih kepada seluruh peserta dan presenter yang telah berpartisipasi dalam APSICIS 2026.
“Konferensi ini merupakan kegiatan internasional perdana yang diinisiasi oleh Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kami berharap APSICIS dapat menjadi agenda akademik berkelanjutan yang terus berkembang dari tahun ke tahun, sekaligus menjadi ruang produktif bagi pertukaran gagasan, pengembangan riset, dan penguatan jejaring keilmuan di tingkat global”, ucapnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Eka Srimulyani, M.A., Ph.D., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya Senat Mahasiswa Pascasarjana dan Ikatan Alumni Pascasarjana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Senat Mahasiswa Pascasarjana dan Ikatan Alumni Pascasarjana yang telah memainkan peran penting dalam menyukseskan APSICIS 2026. Semoga kegiatan ini melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, bangsa dan negara”.
Dikesempatan yang sama, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Teuku Zulfikar, S.Ag., M.Ed., menyampaikan bahwa. _APSICIS akan diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Menurutnya, konferensi ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperluas kolaborasi akademik internasional, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif_
Hal senada diutarakan Ketua Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Rajulul Azka, S.Pd., dimana pelaksanaan konferensi internasional perdana tersebut ini salah satu terobosan dan sangat banyak manfaatnya demi mengasah kemampuan dan pengalaman penting untuk kita. Rajulul berharap APSICIS 2026 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat posisi mahasiswa pascasarjana sebagai bagian dari komunitas ilmiah yang aktif, inovatif dan berdaya saing.
“Melalui APSICIS 2026, Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong internasionalisasi akademik, memperkuat tradisi keilmuan Islam yang inklusif dan progresif, serta menghadirkan ruang dialog ilmiah yang mampu menjawab berbagai persoalan kontemporer di tingkat lokal maupun global”.
“Momen konferensi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi riset, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperluas pertukaran gagasan lintas negara demi kemajuan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban yang berkelanjutan,”tutup Rajulul.(*)












