Habapublik.com, Banda Aceh – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Wadokai Karate-do Indonesia, Prof. Dr. Drs. Edi Slamet Erianto, S.H., M.Si melantik Pengurus Provinsi Aceh Wadokai Karate-do Indonesia Masa Bakti 2025-2029 mendatang.
Pelantikan Kepengurusan Wadokai Aceh yang diketuai Hasballah SAg tersebut berlangsung di Anjong Mon Mata; Banda Aceh, Kamis malam, 16 Juli 2026.
Edi Slamet Erianto dalam sambutannya mengatakan, Karate bukanlah semata-mata olahraga keterampilan, namun lebih dari itu sesuai filosofi dasar pembentuka karakter seorang pribadi yg memiliki nilai kejujuran sebagaimana salah satu dari lima janji karate.
Menurutnya, lima janji karate tersebut adalah sanggup menjaga kepribadian, sanggup menjunjung tinggi atau meningkatkan prestasi, sanggup mentaati kejujuran, sanggup menjaga sopan santun, dan sanggup menguasai diri,” katanya.
Edi Slamet juga menyinggung tentang agar atlat karate aktif dalam kegiatan sosial masyarakat dimana atlet itu berada. “Untuk itu atlet wadokai harus mampu bahkan orang pertama yang menciptakan kedamaian dilingkungan masing-masing,”harapnya.
Ia juga berharap kepada pengurus baru dapat melahirkan atlet-atlet potensial level dunia dan dirinya Aceh mampu untuk itu. “Maka yang dibutuhkan membangun kepercayaan baik dengan sesama pengurus dan atlet maupun dengan berbagai pihak lainnya,”tambahnya.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf diwakili oleh Kadispora Aceh T Banta Nuzullah dalam kesempatan itu menyampaikan selamat kepada pengurus Wadokai Karate-do Indonesia Provinsi Aceh yang baru dilantik.
“Amanah yang diemban bukan sekedar jabatan organisasi tetapi tanggung jawab moral dalam membina generasi muda Aceh melalui olahraga yg menjunjung tinggi disiplin, kehormatan, keberanian dan sportivitas,”pintanya.
Ketua Umum Pengprov Wadokai Aceh Hasballah usai dilantik mengatakan kepengurusan baru telah menyiapkan empat pilar utama sebagai arah program kerja selama satu periode ke depan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan prestasi karate di Tanah Rencong.
“Empat pilar tersebut pilar pertama adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi dengan mengedepankan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pilar kedua, membangun kerja sama lintas perguruan serta lintas kelembagaan guna memperluas kolaborasi dalam pembinaan olahraga karate di Aceh,”ujarnya.
Pilar ketiga adalah penguatan potensi dan pengembangan pengurus cabang Wadokai di seluruh kabupaten/kota di Aceh agar organisasi semakin berkembang dan pembinaan atlet dapat berjalan merata, serta pilar keempat meningkatkan partisipasi atlet Aceh pada berbagai kejuaraan tingkat nasional.
“Saya berhadap PB Wadokai Karate-do Indonesia dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih besar kepada atlet-atlet Aceh. Kami juga memohon kepada Bapak Ketua Umum agar atlet-atlet kami dari Aceh dapat terus diperhatikan sehingga memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berprestasi di tingkat nasional,” demikian Hasballah.(*)












