Habapublik.com, Subulussalam – Pemerintah Kota Subulussalam memperjuangkan lokasi pembangunan Kampus Universitas Republik Indonesia (URI) agar dapat ditempatkan di kawasan perbatasan Aceh, khususnya di Kota Subulussalam.
Langkah diplomasi tersebut diwujudkan melalui pertemuan langsung antara Pemerintah Kota Subulussalam dengan Gubernur URI yang juga Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan Taufanto, di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRK Subulussalam Rasumin serta Wakil Gubernur URI yang menjabat Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Yos Sunitiyoso.
Usulan ini diajukan untuk merespons program strategis pemerintah pusat dalam membangun sepuluh kampus URI guna memperluas akses pendidikan tinggi dan mendorong pemerataan sumber daya manusia di Indonesia.
Pemerintah Kota Subulussalam menilai Provinsi Aceh sangat layak memperoleh satu alokasi pembangunan kampus negeri tersebut, dengan Subulussalam sebagai prioritas utama lokasi pendiriannya.
Subulussalam merupakan satu-satunya daerah berstatus kota di Provinsi Aceh yang hingga saat ini belum memiliki Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
“Subulussalam merupakan satu-satunya kota di Aceh yang hingga kini belum memiliki perguruan tinggi negeri. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi generasi muda kami untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin.
Selama ini, ribuan lulusan SMA dan sederajat asal Subulussalam harus menempuh jarak hingga 800 kilometer menuju perguruan tinggi negeri terdekat di Banda Aceh maupun Medan.
Pemerintah Kota Subulussalam menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh apabila usulan ini disetujui, termasuk penyediaan lahan serta fasilitasi administrasi pendukung.(*)












