Delapan Ruang Asrama Putri dan Rumah Pimpinan Pesantren Babul Maghfirah Terbakar

Sedikitnya delapan unit ruang asrama putri, satu unit mushalla, ruang /aula tempat makan santri dan rumah pimpinan Pondok Pesantren Babul Maqhfirah pimpinan Ustad Masrul Aidi Lc di Cot Keueng Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, Kamis (25/1/2024) sekitar pukul 09.45 Wib ludes terbakar.(Foto/BPBD Aceh Besar).

Habapublik.com, Banda Aceh – Sedikitnya delapan unit ruang asrama putri, satu unit mushalla, ruang /aula tempat makan santri dan rumah pimpinan Pondok Pesantren Babul Maqhfirah pimpinan Ustad Masrul Aidi Lc di Cot Keueng Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, Kamis (25/1/2024) sekitar pukul 09.45 Wib ludes terbakar.

Musibah kebakaran tersebut juga berdampak Ustdzah Cut Annisa Ulfitra (21 Thn) mengalami luka bakar bagian kaki dan badan, Ustadzah Syarifa (20 Thn) patah tulang serta santri Riski Maulina (16Thn) mengalami sesak nafas.

Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil S Sos MSi mengatakan, akibat kebakaran Pondok Pesantren Babul Maqfirah tersebut membuat tingkat kepanikan yang luarbiasa baik masyarakat sekitar maupun orang tua wali santri.

Menurutnya, kejadian kebakaran terjadi saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.”Dewan guru dan para santri begitu mengetahui hal tersebut langsung berupaya untuk menyelamatkan diri ada yang dari lantai dua juga langsung turun kelantai satu,”ujarnya.

Sementara barang perlengkapan santri yang berada di asrama semua habis terbakar dan tak ada yang berhasil diselamatkan kecuali baju seragam di badan. “Untuk penyebap kejadian kebakaran sudah dalam penanganan pihak yang berwajib Polsek setempat,”kata Ridwan Jamil didampingi Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Irwansyah hadir dilokasi kejadian.

Sementara operator Pusdalops PB Maswani menambahkan, petugas Damkar BPBD Aceh Besar setelah menerima informasi langsung bergerak kelokasi kejadian kebakaran untuk melakukan penanganan. 11 unit armada pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Besar di terjunkan kelokasi kejadian.

“Hingga saat ini proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung di lokasi kejadian sehingga data kerusakan dan dampak lainnya bisa bertambah sesuai dengan kondisi perkembangan di lokasi kebakaran,”demikian Maswani.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *