Awal Tahun 2024, Dinkes Sabang Temukan Tiga Kasus Positif DBD

Dinas Kesehatan Kota Sabang sebagai upaya memutus mata rantai penularan penyakit demam berdarah, melakukan berbagai upaya seperti fogging di Kota Sabang.(Foto/Difa).

Habapublik.com, Sabang – Mengawali tahun 2024 Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang menyatakan, angka kasus Demam Berdarah Dengue DBD di Kota Sabang sejak awal 1 Januari 2024 hingga saat ini mencapai 3 kasus, 1 orangmeninggal dunia. Sementara pada tahun 2023 lalu, angka kasus DBD di Sabang mencapai 31 kasus, 2 meninggal dunia 29 dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang Dr. Edi Suharto menjelaskan, sebagai upaya cepat tanggap memutus mata rantai penularan penyakit demam berdarah, pihaknya langsung melakukan berbagai upaya, seperti melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan fogging di Kota Sabang.

Fogging dilakukan apabila telah memenuhi kriteria antara lain ditemukan penderita DBD sebanyak 1 atau lebih penderita, kemudian ditemukan jentik lebih dari 5 persen dari rumah/bangunan yang diperiksa. Setelah memenuhi kreteria tersebut baru dilakukan setelah koordinasi dengan desa dan puskesmas setempat.

“Kalau Fogging sudah kita lakukkan di tiga titik, dan akan kita lanjutkan lagi hari ini senin dan selasa. Untuk selanjutnya kita akan lakukan fogging lagi berdasarkan laporan dari Rumah Sakit, bila ditemukan lagi positif kasus DBD,” ujar Edi, Senin (29/1/2024).

Menurutnya, solusi utama dalam penanggulangan DBD bukan fogging saja, karena hanya dapat dilakukan dalam radius 200 meter, sebanyak 2 kali dengan jeda waktu 1 minggu. Serta fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak dapat memberantas telur dan jentik nyamuk, sehingga telur dan jentik nyamuk tersebut akan berkembang menjadi nyamuk dan dikhawatirkan akan resisten.

“Sambil melaksanakan fogging kami juga melakukan sosialisasi bahwa fogging tidak menyelesaikan masalah, sama seperti kita menyemprot nyamuk, hari ini dilakukan penyemprotan, besok nyamuk datang lagi. Jadi selama kita tidak memusnahkan tempat berkembangbiaknya nyamuk, maka nyamuk akan berkembangbiak ditempat yang sudah kita semprot itu,” sebutnya.

Edi Menghimbau kepada seluruh masyarakat Sabang, agar dapat selalu melakukan upaya 3M plus minimal satu minggu sekali, seperti menguras/ membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air.

“Selain itu, juga dapat memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah agar nyamuk tidak akan bertelur dan tidak akan berkembang menjadi nyamuk dewasa,”demikian Edi Suharto.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *