Habapublik.com, Kota Jantho – Kantor Kementerian Agama Kabupten Aceh Besar melalui seksi Bimbingan masyarakat Islam, Senin (29/1/2024) menggelar kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di 23 Kantor Urusan Agama (KUA) se Aceh Besar.
Kegiatan yang berlangsung di aula PLHUT Kemenag, Kota Jantho bertemakan “kerja tuntas, kerja cerdas dan kerja ikhlas” di ikuti oleh 222 ASN dari unsur penghulu, penyuluh agama, tenaga administrasi, PPPK dan pramubakti.
Kepala Kankemenag Kabupaten Aceh Besar, H Saifuddin SE dalam arahannya menyampaikan bahwa setiap ASN harus ikut dan patuh pada setiap regulasi. Ada empat poin penting yang perlu di ketahui dan di patuhi oleh ASN.
Pertama, ASN berkewajiban berada di tempat kerja, baik di KUA, madrasah, dan sebagainya.
“ASN harus melaksanakan tugas 7.5 jam per hari kerja. Dengan demikian, baru sah meneriman manfaat dari negara. Makanya kita harus profesional dan paham posisi dirinya sebagai ASN,” Kedua, ada ASN yang jadi leader atau pimpinan. Leader itu orang yang ditiru oleh anggota, maka harus memberikan teladan positif bagi bawahan.
Poin ketiga, kata Saifuddin, ASN harus memiliki komitmen kerja. Karena negara telah memberikan manfaat bagi ASN, maka jangan lagi mencari pendapatan sampingan, tapi fokus pada tugas utamanya sebagai ASN. Setiap sesuatu yang dikerjakan ASN harus berjangka dan punya target, sehingga tugas selesai tepat waktu dan tidak mengurangi pelayanan publik.
“Jika hal ini ada, itu baru namanya komitmen kerja. Ingat, ASN harus menjaga tugasnya masing-masing. Jadikan pekerjaan itu hobi, bukan beban, sehingga cinta dengan pekerjaannya,”ungkapnya.
Ia meminta ASN bersyukur atas pemberian Allah melalui negara dalam bentuk gaji dan tunjungan. Jika disyukuri, Allah pasti akan menambahkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. ASN harus melayani masyarakat dengan sebaik baiknya, tidak melakukan pungutan liar dan gratifikasi. Jangan ada ASN KUA yang bekerja dengan meminta imbalan dan pemberian dari masyarakat,” tegas H Saifuddin.
Keempat, Kakankemenag meminta ASN untuk menghindari hal yang mengarah pada politik atau mengajak masyarakat untuk memihak pada calon presiden atau calon anggota legislatif tertentu. “Ini perlu saya ingatkan, sebab biasanya kita lupa dan terbawa isu politik,” tegasnya.
Kalau ingin lembaga ini besar dan maju, ASN harus menerapkan empat poin penting tersebut. Dalam acara pembinaan ASN juga di serahkan SK untuk tenaga pramubakti di KUA dan SK penugasan reposisi ASN PPPK. Turut hadir pada kegiatan ini, Kasubbag tata usaha H Khalid Wardana, para kepala seksi dan ASN seksi Bimas Islam.(*)












