Habapubliik.com, Sabang: Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang akan melaksanakan kegiatan Pembinaan/Pengajian kitab arab jawi bagi peserta didik tingkat SD/Sederajat dan SMP/Sederajat dalam kota Sabang. Pendaftaran telah dibuka sejak 21 Februari hingga 4 Maret 2023.
Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang Drs. Marwan melalui Kepala Bidang Dayah Muntasir, S.Pd mengatakan, pembinaan ini dilakukan pihaknya agar dapat mengembangkan dan mempertajam keterampilan peserta didik di Kota Sabang dalam membaca dan memahami Kitab Arab Jawi, hingga dapat mengharumkan nama Kota Sabang dalam perlombaan baik tingkat provinsi maupun nasional.
“Pembinaan ini untuk meningkatkan kemampuan dan membiasakan anak belajar dari awal mengenai Kitab Jawi, saat ini anak-anak kita belum tau yang mana kitab kuning, kami memperkenalkan terlebih dahulu dan membina cara membacanya. Karena di Sabang sendiri belum ada pengajian salafiyah yang membina kitab kuning, jadi kita coba dari bidang Dayah terlebih dahulu,” ujar Muntasir, Sabtu (2/3/2024).
Dalam pembinaan ini pihaknya memberikan kuota peserta sebanyak 20 orang yakni Marhalah Ula (tingkat SD/sederajat) 10 orang dan Marhalah Wustha (tingkat SMP Sederajat) 10 orang. Peserta yang mendaftar harus memiliki kriteria mampu membaca Al-Quran dan memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis tulisan Arab Jawi.
“Untuk peserta seleksi tidak kita batasi siapa saja boleh mendaftar, namun nanti hasil akhir akan kita seleksi dan yang kita bina 20 peserta dan 1 peserta cadangan, mengambil anak usia SD 10-12 th, SMP 12-14 th. Syarat utamanya anak-anak mampu membaca Al-Quran,” ujarnya.
Pelaksanaan pembinaan Kitab Arab Jawi nantinya direncanakan akan dilaksanakan setelah Hari Raya idul Fitri 1445 H, sebanyak 20 kali pertemuan. Pihaknya akan menghadirkan pemateri atau pengajar dari Kota Sabang.
Muntasir berharap, kepada Pemerintah Kota Sabang dan orang tua peserta didik di Kota Sabang mendukung program pembinaan/pengajian Kitab Arab Jawi, agar generasi muda di Kota Sabang dapat menjadi kader-kader ulama yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial keagamaan ketika kelak terjun ke masyarakat.(*)












