Habapublik.com, Sabang : Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H, masyarakat Kota Sabang sangat antusias berburu daging sebelum tradisi Meugang. Hal ini terjadi disejumlah lapak pedagang daging di Kota Sabang seperti di Gampong Cot Bau, Iemeule dan di Pasar tradisional Sabang.
Salah satu warga Gampong Iemeule Sabang Nuraida mengatakan, pada saat dua hari sebelum Meugang atau H-4 Hari Raya Idul Fitri 1445 H, hampir seluruh pedagang daging masih menjual dagangannya dengan harga normal.
Untuk itu ia lebih memilih berburu daging lebih awal, dan sudah merupakan rutinitas yang selalu dilakukan, baik pada moment meugang Ramadhan, Idul Fitri maupun Idul Adha.
“Karena kalau di Meugang harga daging itu melambung tinggi, jadi saya lebih memilih saat sebelum meugang, harganya itu lebih terjangkau. Dengan harga lebih murah jadi bisa beli dagingnya itu dengan jumlah yang lebih banyak,” ujar Ida, Minggu (7/3/2024).
Sementara itu, salah satu Pedagang Daging Gampong Cot Ba’u Sukajaya Sabang Rizky menjelaskan, setiap tahunnya pihaknya rutin membuka lapak sebelum Meugang, dengan memotong hewan ternak sapi hingga sebanyak dua ekor. Dijual dengan harga normal seperti hari biasa, daging kualitas premium Rp. 160-170/ kg, kualitas standart Rp. 140ribu/ kg.
“Selain itu kalau hati kita jual sama dengan daging Rp. 170ribu/ kg, tulangan Rp. 70ribu/kg. Kami buka lapan dari jam 5 subuh, itu sudah dipadati masyrakat bahkan sampai siang pukul 12.00 wib, jadi alhamdulillah dagangan kami habis terjual, antusias masyarakat itu luar biasa,” tambahnya.
Pantauan wartawan media ini, padatnya warga berburu daging sebelum meugang terjadi di seluruh pedagang daging yang ada di Kota Sabang, bahkan sejumlah pedagang ada yang berjualan hingga sore hari. Rata-rata pedagang memotong hewan ternak satu hingga tiga ekor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sabang.(*)












