Budaya  

Lestarikan Adat dan Budaya Aceh, Nelayan Lhok Ie Meulee Gelar Khanduri Laot

Nelayan Lhok Ie Meulee Kecamatan Sukajaya Kota Sabang gelar Khanduri Laot. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Sebagai ungkapan rasa syukur dan mempertahankan adat istiadat yang telah ada sejak dahulu, Nelayan Lhok Ie Meulee Kecamatan Sukajaya Kota Sabang gelar Khanduri Laot. Kegiatan tersebut merupakan tradisi masyarakat Aceh yang dilaksanakan setiap tahun.

Ketua Panglima Laot Ie Meulee Kecamatan Sukajaya Sabang Saiful Bahri mengatakan, Khanduri Laot merupakan budaya yang harus dilestarikan dengan baik karena merupakan salah satu budaya yang masih tetap ada di Aceh. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur seluruh nelayan kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki berupa hasil tangkapan ikan.

“Jadi awal Juli 2024 ini kami melaksanakan Khanduri Laot prosesinya tidak ada peusijuk, namun hanya dalam bentuk syukuran saja. Mensyukuri nikmat rezeki Allah yang sudah diberikan di laut, adat tahunan ini harus kita lakukan, memberikan sedekah jariyah untuk seluruh anak yatim piatu di Gampong ini beserta rombongan tokoh masyarakat yang ada di Kota Sabang,” ujar Saiful, Rabu (03/07/2024).

Sementara itu PJ Walikota Sabang Drs Reza Fahlevi mengungkapkan, Sabang menjadi salah satu Kota yang didominasi oleh aktivitas perikanan, saat ini di Kota Sabang ada sebanyak 12 panglima laot dan 1 panglima kota. Dengan adanya Khanduri Laot yang rutin dilaksanakan di Sabang, tentu dapat mengikat silaturahami dan membina kekompakan antar pelaut dan masyarakat pesisir.

“Syukuran terhadap apa yang diperoleh selama ini bagi para nelayan, dan ini tetap harus dilestarikan. Kemudian sebagaimana kita ketahui Sabang ini juga salah satu Kota yang masyarakatnya sangat dominan oleh aktivitas perikanan, dominan yang mata pencahariannya itus ebagai nelayan,” kata Reza.

Ia berharap, budaya khanduri laot ini harus dilestarikan karena merupakan sebuah kearifan lokal yang dimiliki oleh nelayan Aceh. “Kegiatan ini dapat menjadi berkah bagi seluruh masyarakat khususnya nelayan Lhok Ie Meulee yang mencari rezeki di laut, aman, dan terhindar dari segala marabahaya, juga memperoleh rezeki yang berlimpah,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *