Aneuk Beut Deklarasi Dukung Imam Calon Wali Kota dan Wakil Walikota Lhokseumawe

Kalangan Santri (Aneuk Beut) menyatakan sepakat mendukung Pasangan Imam sebagai Bakal Calon Walikota dan wakil Walikota Lhokseumawe periode (2024-2029) yang akan bersaing pada pesta Pilkada 27 November mendatang. Foto/Alfatir.

Habapublik.com, Lhokseumawe: Dengan harapan dapat memajukan arah pembangunan kota Lhokseumawe besyariat Islam, Kalangan Santri (Aneuk Beut) menyatakan sepakat mendukung Pasangan Imam sebagai Bakal Calon Walikota dan wakil Walikota Lhokseumawe periode (2024-2029).

Untuk diketahui Imam adalah singkatan nama Ismail Amanaf berpasangan Azhar Mahmud di usung Partai Nasdem Sebagai Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Lhokseumawe yang akan bersaing pada pesta Pilkada 27 November mendatang.

Dalam penyampaian orasi politik berlangsung di cafe Ohayo, Salah seorang Aktifis Santri, Tgk Rizki mengajukan persyaratan kepada Ismail Amanaf untuk mengutamakan pendidikan dayah. Terutama untuk mengambil kebijakan terhadap penegakan syariat Islam dan pencegahan perbuatan Amar Makruf Nahi mungkar.

”Kami dari kalangan santri (Aneuk Beut) Kota Lhokseumawe meminta dan berharap kepada pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota untuk berkomitmen, memakmurkan santri atau Balai pengajian yang ada wilayah Kota Lhokseumawe,”ujar Tgk Rizki, Selasa (13/8/2024)..

Sebagai Bakal Calon Walikota yang akan bertarung pada Pesta Pilkada 27 Nov mendatang, Ismail Amanaf, mengatakan, sejauh ini ia telah melakukan berbagai persiapan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon ke KIP Lhokseumawe, 29 Agustus 2024.

Sementara menanggapi orasi politik disampaikan aktifis Santri, Ismail Amanaf menyatakan akan berbuat yang terbaik untuk kepentingan santri. Selain memakmurkan Dayah, ia juga menyatakan komitmen untuk meningkatkan perekonomian melalui pembukaan lapangan pekerjaan.

Untuk itu ia akan bekerja keras untuk mewujudkan pembangunan kota Lhokseumawe ke arah yang lebih baik kedepan.
,”Insya Allah apabila saya terpilih sebagai Walikota, saya berjanji akan memperjuangkan pendidikan santri, kalo disekolah sebut bea siswa, ini cita cita yang akan saya lakukan untuk memajukan tempat tempat ibadah,”janjinya.

Sementara menjawab pertanyaan santri, terkait beragam persoalan syariat islam, khusus nya terkait perbuatan Amar Makruf Nahi mungkar, Ismail menyatakan kesiapan dirinya untuk menjalankan amanah terutama untuk memperbaiki moral nelalui pendidikan agama.

”Terkait persoalan amar makruf nahi mungkar, saya mohon dukungan masyarakat terutama kalangan santri untuk bersama sama mencari solusi dan memperbaiki moral sehingga  kota Lhokseumawe layak disebut sebagai kota Santri,”ujar Ismail.

Jika terpilih sebagai Wali kota, Ismail juga berjanji akan melaksanakan penegakan syariat islam sebagaimana visi misinya  untuk mewujudkan program pendidikan dayah secara terpadu melalui Dinas Syariat Islam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *