Habapublik.com, Sabang : Sebagai bagian dari Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), siswa SMPN 2 Sabang telah terlibat aktif dalam kegiatan praktek langsung pembuatan kompos dan penanaman bibit sayuran serta pangan. Program ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kontekstual kepada siswa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.
Kepala Sekolah SMPN 2 Sabang, Bapak Ruslan S.Pd., mengatakan, sebanyak 87 siswa kelas 7 terlibat dalam praktek pembuatan kompos. Para siswa belajar memanfaatkan kotoran hewan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos, yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan konsep daur ulang dan memanfaatkan limbah organik secara bijak.
“Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bapak Afwan Pasaribu, fasilitator mandiri dalam bidang pengolahan kompos. Program ini tentunya sangat positif bagi siswa, karena mereka belajar langsung dari praktik nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Ruslan, Kamis (26/09/2024).
Sementara itu, sebanyak 89 siswa kelas 8 juga ikut berpartisipasi dalam project menanam bibit sayuran dan tanaman pangan. Praktek penanaman ini diarahkan langsung oleh Pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Widya, S.P, M.Si, serta didampingi oleh tim fasilitator yang terdiri dari para guru SMPN 2 Sabang.
“Untuk kegiatan ini siswa diajarkan cara memilih bibit yang baik, menanam, serta merawat tanaman hingga panen. Selain belajar tentang teknik pertanian, siswa juga diperkenalkan dengan konsep ketahanan pangan sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ruslan berharap, melalui program ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan Program P5 dengan melibatkan siswa secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan yang berbasis pada kearifan lokal dan kebutuhan lingkungan.(*)












