Habapublik.com, Meulaboh: Teuku salah seorang santri Pesantren di Kecamatan Pante Ceureumen Kabupaten Aceh Barat diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh seorang ibu yang berinisial NN yang merupakan istri dari Pimpinan Pesantren tersebut.
Kejadian ini menjadi pembicaraan hangat dikalangan para santri pesantren juga beredar luas dimasyarakat dalam postingan vidio berdurasi 60 detik saat neneknya memandikan cucunya untuk menghilangkan rasa perih akibat disiram air cabe oleh oknum NN istri dari Pimpinan Pesantren.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Teuku yang juga siswa SMP Pesantren Darul Hasanah, Ianya ketahuan melanggar aturan pondok pesantren tersebut, setelah itu Teuku dijatuhkan hukuman atau sanksi oleh oknum istri dari Pimpinan Pesantren yang berinisial NN.
Hukuman yang diberikan kepada santri tersebut disiram dengan air cabe sehingga membuat santri tersebut mengalami perih yang luar biasa dan tubuhnya bengkak-bengkak
Marnita ibu kandung dari santri Teuku yang merupakan warga Pante Ceureumen membenarkan bahwa anak kandungnya mengalami dugaan kekerasan yang dilakukan oleh NN istri dari pimpinan Pesantren Darul Hasanah disiram dengan air cabe
“Ya, anak saya di siram dengan air cabe oleh NN istri dari Pimpinan Pesantren karena dia dituduh melanggar aturan pesantren. Kejadiannya kemarin sore hari Senin (30/9/2024) di pesantren,”Kata Marnita ibu kandung Teuku, Selasa (1/10-2024) kepada awak media
Akibat kejadian tersebut anaknya mengalami bengkak-bengkak dibagian tubuh akibat disiram dengan air cabe, dan kini dirawat dirumah neneknya,
“Kejadian ini, juga telah membuat anak saya menjadi trauma akibat dugaan kekerasan yang dilakukan oleh NN istri dari pimpinan Pesantren tersebut, “kata Marnita ibu kandung Teuku dengan nada sedih
“Kejadian ini sudah kami laporkan kepada pihak kepolisian Polsek Pante Ceureumen untuk ditindaklanjuti dan proses hukum atas dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum NN istri dari Pimpinan Pesantren, “Imbuh Marnita
Saat ini kasus yang dialami Santri tersebut sedang dalam proses penanganan oleh pihak Polsek Pante Ceureumen, nanum hingga berita ini tayang belum diperoleh konfirmasi dari Polsek ataupun Pesantren tersebut.(*)












