Habapublik.com, Sabang : Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang telah menyalurkan bantuan bibit padi gogo kepada para petani sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi darurat pangan. Dengan kondisi lahan yang mayoritas berupa pegunungan, menjadi area yang cocok untuk penanaman padi gogo.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Hedri Supriyetno, S.IP mengatakan, Program penanaman ini akan dilakukan dalam dua tahap, dimulai sejak awal September dan dilanjutkan pada awal Oktober. Sejauh ini, sudah ada 19 hektar lahan yang berhasil ditanami, dengan rincian 10 hektar di Kecamatan Suka Makmue dan 9 hektar di Kecamatan Sukajaya.
“Pada November, akan dilakukan perluasan penanaman di beberapa wilayah lain, yaitu Bathesok (3 hektar), Iboih (2 hektar), Beurawang (0,5 hektar), dan Balohan (0,5 hektar). Jika penanaman padi gogo ini berhasil, target produksi di Sabang adalah 3 ton per hektar per musim panen, dengan total produksi yang diharapkan mencapai 47 ton,” ujar hendri, Kamis (24/10/2024).
Sementara itu Petani Jurong Lhok Bate Gampong Cot Abeuk Sukajaya Sabang Rahmad mengungkapkan, pihakmya belum menemui kendala selama proses penanaman padi gogo tersebut. Dengan adanya dukungan bibit dan bantuan dari pemerintah, ia berharap hasil panen padi gogo ke depan dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan di wilayah Sabang.
“Lahan kami sendiri seluar 8,8 Hektar, belum tau kedepannya ada hama apa tidak. Namun sampai sekarang ini tidak ada kendala apapun, namun pada saat menanam membutuhkan kesabaran ekstra, karena butiran padinya yang sangat halus,” kata Rahmad.
Plt Keuchik Gampong Cot Abeuk Ambrin Sianturi, sangat mendukung adanya program penanaman padi gogo tersebut. Ia menilai bahwa program dari Kementerian Pertanian RI ini sangat bermanfaat bagi warga Sabang. Dengan dukungan bibit, bantuan sarana produksi, dan bimbingan yang diberikan, program ini akan membantu meningkatkan produksi pangan lokal serta memberikan solusi bagi ketahanan pangan di Gampong Cot Abeuk dan sekitarnya.
“Sebagai contoh bahwa padi itu bukan hanya di sawah saja, tetapi di lading juga ada, untuk ketahanan pangan di Sabang. Kalau bisa kedepan diperluas lagi area tanamnya, sehingga dapat memberi dampak positif langsung untuk warga Sabang,” ungkap Ambrin.
Padi gogo di Sabang rata-rata membutuhkan waktu 112-115 hari untuk panen, kecuali varietas Sigemiri Merah yang membutuhkan 4-6 bulan. Melalui program ini, diharapkan produksi pangan di Sabang dapat ditingkatkan, sehingga Sabang tidak perlu lagi bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.(*)












