Ragam  

USAID Gelar Pameran “Kemitraan dalam Ketahanan” di Museum Tsunami Aceh

Pameran dengan tema “Kemitraan dalam Ketahanan digelar sejak 10 November hingga Juni 2025 di Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh. Foto/Mahfud.

Habapublik.com, Banda Aceh : Pameran dengan tema “Kemitraan dalam Ketahanan digelar sejak 10 November hingga Juni 2025 di Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh. Kegiatan ini sekaligus memperingati 20 tahun kerjasama AS dan Indonesia pasca Tsunami Samudra Hindia.

Amerika Serikat dan Pemerintah Aceh melalui Museum tsunami Aceh menggelar pameran bertajuk “Kemitraan dalam Ketahanan”, mengenang 20 tahun Tsunami Samudra Hindia 2004 lalu.

Pameran menggambarkan perjalanan pemulihan dan rekonstruksi lewat fotografi dan film dokumenter terkait bencana dahsyat Tsunami Aceh, Dengan korban 160.000 jiwa, Selain itu juga menampilkan kemitraan Amerika Serikat dan Indonesia.

Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen mengatakan pameran di gelar bertujuan mengenang para korban sekaligus mengapresiasi semangat kuat masyarakat Aceh bangkit dari bencana Tsunami 20 tahun silam sebagai buah kolaborasi internasional.

“Dua dekade lalu saat tsunami, amerika serikat bahu membahu dengan indonesia, pameran ini untuk mengenang mereka yang hilang sekaligus merayakan semangat kuat masyarakat aceh sebagai dampak kuat kemitraan internasional.

Rekonstruksi Aceh merupakan salah satu upaya pemulihan bencana paling sukses dalam sejarah modern, yang menunjukkan apa yang bisa kita capai dengan bekerja bersama” ujarnya Minggu (10/11/2024).

Pameran mendokumentasikan bagaimana Amerika Serikat melalui badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Departemen Pertahanan dan Badan lainnya memberikan bantuan lebih dari 400 juta dollar bagi sekitar 580 ribu warga Aceh pasca bencana.

Dalam kesempatan yang sama Brigadier Jendral Carla River dari Komando Indo Pacifik AS menyatakan bangga ikut hadir dalam kesempatan pembukaan pameran itu, dan berkomitmen melanjutkan kemitraannya dengan Indonesia.

Sementara itu Pj Gubernur Aceh Safrizal menyampaikan rasa terimakasih nya kepada pihak Amerika Serikat yang sejak tiga hari pasca bencana hadir ke Aceh untuk membantu.

Dia juga mengatakan pameran ini akan memberikan pelajaran berarti terutama bagi mereka yang tidak mengalami peristiwa Tsunami agar dapat mengetahui sekaligus menjadi bahan edukasi kedepannya. Pemerintah kata dia terus berupaya pengetahuan terkait mitigasi bencana bagi masyarakat Aceh.

“Sejak hari ketiga amerika sudah hadir ke aceh dalam memberikan pertolongan, dan pameran ini di gelar dalam rangka memetik pelajaran penting tentang pengurangan resiko bencana yang terus kita pelajari dan simulasikan ke masyarakat aceh serta ketangguhan dalam menghadapi bencana” ujar PJ Gubernur.

Pada pembukaan pameran, USAID menayangkan tiga film dokumenter mini yang menyorot tahapan pemulihan dan dampak jangka panjang hubungan kemitraan, Terutama pada pembangunan jalan Banda Aceh-Calang sepanjang 146 kilometer, Revitalisasi kopi gayo, dan manajeman bencana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *