Habapublik.com, Lhokseumawe: Sosialisasi Tehnis program konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan, seakan menjadi sebuah perihal baru bagi para nelayan yang selama ini menggunakan BBM.
Para Nelayan yang rata-rata telah berusia tua ini tampak begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan penyambutan Dirjen SDM, hingga penyerahan dan praktek cara mengunakan mesin oleh petugas, Jumat (6/12/2014).
Salah seorang Nelayan bernama Abdul Hadi, tampak penasaran sehingga minta untuk melakukan ini coba yang dutuntun petugas.
Menurut Abdul Hadi, selama ini mereka kerap terkendala persedian BBM di pangkalan, sehingga mereka juga terkadang terpaksa membeli BBM dengan harga melambung, bukan di pangkalan.
Ia meyakini pengunaan Konvensi BBM ke BBG dapat dimanfaatkan untuk memperkecil pengeluaran biaya BBM.
”Biasanya kami disini kesulitan mendapatkan BBM, paling tidak kami butuh BBM setiap turun melaut, untuk jarak tidak terlalu jauh, kami akan manfaatkan bantuan peralatan mesin ini, baru yang pertama kali bagi kami, sebelumnya kami butuh BBM sekitar, 2 liter itu jarak dekat.”ucapnya.
Bantuan Kementrian SDM ini, dikatakan Sekdes Kuala Meuraksa Rizal Fandi, Sosialisasi Tehnis program konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan menjadi sebuah pelajaran baru yang akan dipergunakan oleh nelayan.
Paling tidak bantuan Konvensi kementrian SDM ini dapat meringankan Nelayan yang setiap hari membutuhkan biaya operasional pengadaan BBM.
Dari keseluruhan sekitar 270 paket disediakan, untuk wilayah Kecamatan Blang Mangat dan kecamatan Banda Sakti, Gampang Kuala Meuraksa dikatakan Rizal Fandi hanya mendapatkan sekitar 17 unit Paket Konvensi.
“Kalau jumlah nelayan yang ada di sini banyak, cuma yang dapat ini cuma 18 mesin jenis perahu mesin bukan untuk kapal Motor, hanya nelayan kecil saja,“ujarnya.
Agar bantuan Paket Konvensi BBM ke BBG dapat dipergunakan sebagai percobaan akan dilakukan evaluasi ulang oleh Kementrian SDM, pihaknya melakukan pendataan penerima bantuan yang dipastikan adalah nelayan aktif.(*)












