Bidan untuk Negeri LKC Dompet Dhuafa dan YBM Brilian Cegah Stunting

LKC Dompet Dhuafa bersama YBM Brilian memberikan paket nutrisi kepada ibu menyusui yang memiliki bayi berusia di bawah enam bulan. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Program Bidan untuk Negeri yang diinisiasi oleh LKC Dompet Dhuafa bersama YBM Brilian terus mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif sebagai salah satu langkah pencegahan stunting. Dalam rangkaian kegiatan terbaru, program ini memberikan paket nutrisi kepada ibu menyusui yang memiliki bayi berusia di bawah enam bulan.

Penanggung jawab program, Rifa Sholeha, S.Tr.Keb., menjelaskan bahwa paket nutrisi yang diberikan terdiri dari bahan-bahan alami seperti kacang hijau, kacang panjang, telur, tempe, dan tahu. Paket ini bertujuan untuk membantu meningkatkan produksi ASI dan memberikan asupan gizi yang optimal bagi ibu dan bayi.

“Paket diformulasikan sebagai booster ASI yang dapat membantu ibu menyusui memenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Program ini melibatkan kader posyandu yang berperan aktif dalam membantu pendistribusian paket nutrisi kepada 10 penerima manfaat,” ujar Rifa, Kamis (26/12/2024).

Para kader juga memberikan edukasi terkait pentingnya ASI eksklusif dan dampaknya terhadap pencegahan stunting pada anak. Kegiatan ini dilakukan dengan semangat kolaborasi untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Menurut Rifa, pemberian paket nutrisi ini merupakan bagian dari upaya mendukung para ibu menyusui dalam menjalani proses menyusui yang optimal. “Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan dukungan nyata kepada ibu menyusui dan membantu meningkatkan angka keberhasilan ASI eksklusif di masyarakat,” tambahnya.

Melalui program Bidan untuk Negeri, LKC Dompet Dhuafa dan YBM Brilian berharap dapat terus berkontribusi dalam mengatasi isu stunting di Indonesia. Dukungan berkelanjutan terhadap ibu menyusui, termasuk melalui pemberian paket nutrisi, diharapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *