Habapublik.com, Blangkejeren : Kabupaten Gayo Lues dulu pernah menjadi primadona, kini nasib sejumlah obyek wisata alam di Gayo Lues tersebut sangat memprihatinkan.
Beberapa destinasi wisata yang dulunya ramai, seperti Wisata Alam Kampung Agusen, yang berada di kecamatan Blangkejeren dan desa penosan (Kedah) yang berada di kecamatan Blangjerango kabupaten Gayo Lues
Pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Gayo lues melalui Dinas Pariwisata menetapkan 2 kampung di Gayo Lues sebagai kampung inggris diantaranya desa Agusen Kecamatan Blangkejeren dan Penosan Kecamatan Blangjerango, tujuannya agar bisa meningkatan ekonomi masyarakat melalui pariwisata karena daerah ini banyak di kunjungi wisata baik mancanegara maupun wisata lokal
Amatan wartawan Habapublik.com ,kini kondisinya sangat memprihatinkan. Fasilitas yang rusak, akses jalan yang rusak dan minimnya perawatan menjadi penyebab utama penurunan minat wisatawan.
Penurunan jumlah pengunjung secara drastis kurangnya perawatan dan perhatian dari pemerintah, serta masyarakat membuat fasilitas yang ada semakin rusak dan tidak terawat.

Terbengkalainya tempat wisata tidak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar, tetapi juga berdampak pada potensi pariwisata Kabupaten Gayo Lues secara keseluruhan, salah satu dampak negatif yang ditimbulkan penurunan pendapatan masyarakat
Jika tidak segera ditangani, potensi wisata yang dimiliki kabupaten Gayo Lues akan semakin terkikis. Pemerintah daerah perlu memberikan dukungan penuh dalam pengembangan wisata, baik dalam bentuk anggaran maupun kebijakan.
Nasib wisata di kabupaten Gayo Lues perlu menjadi perhatian serius. Dengan upaya bersama, diharapkan wisata yang dulunya ramai dapat bangkit kembali dan menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues melalui Kabid Pariwisata Mursidi SE, Senin (10/02/2025) menjelaskan, pengelolan desa wisata yang berada di kampung Agusen akan di serahkan kepada pihak ketiga yaitu Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) kampung Agusen dengan sistim kontrak.
“Penyerahan pengelolaan tersebut dilakukan karena anggaran untuk pengelolaanya di Dinas Pariwisata sama sekali tidak ada atau nihil,”jelas Kabid singkat.(*)












