Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang Gelar Pengajian Kitab Arab Jawi bagi Pelajar

Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang akan menggelar kegiatan pembinaan atau pengajian kitab Arab Jawi bagi peserta didik tingkat SD/sederajat dan SMP/sederajat. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang akan menggelar kegiatan pembinaan atau pengajian kitab Arab Jawi bagi peserta didik tingkat SD/sederajat dan SMP/sederajat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kembali kemampuan generasi muda dalam membaca dan memahami tulisan Arab Jawi.

Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang, Drs. Marwan, menjelaskan program ini menjadi langkah penting dalam menjaga warisan keilmuan Islam di Kota Sabang. “Kami ingin generasi muda lebih memahami tulisan Arab Jawi, agar mereka bisa lebih mendalami kitab-kitab klasik yang menjadi bagian dari tradisi keislaman,” ujarnya, Kamis (20/02/2025).

Pendaftaran program ini telah dibuka sejak 10 hingga 24 Februari 2025. Dengan persyaratan peserta dibagi dalam dua jenjang pendidikan, yaitu Marhalah Ula, siswa kelas 4, 5, dan 6 SD/MI, dibuktikan dengan fotokopi rapor dan Marhalah Wustha, siswa kelas 1, 2, dan 3 SMP/MTs, dibuktikan dengan fotokopi rapor.

Selain itu, peserta juga harus mampu membaca Al-Qur’an, memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis Arab Jawi, serta mendapat dukungan dari orang tua atau wali. Kuota peserta dibatasi hanya 20 orang, dengan rincian 10 peserta tingkat SD dan 10 peserta tingkat SMP.

“Seleksi administrasi akan dilakukan pada 25 hingga 27 Februari 2025 di Balee Keurukon Masjid Agung Babussalam. Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 Februari 2025. Pembinaan akan berlangsung setelah Hari Raya Idulfitri dengan total 20-40 kali pertemuan. Para peserta akan dibimbing oleh pemateri dari Kota Sabang, yakni Saiful Sabri dan Ustaz Nazar,” tambahnya.

Drs. Marwan berharap program ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang memahami kitab Arab Jawi. Ia juga mengajak para orang tua berperan aktif mengarahkan anak-anak ke dayah atau pesantren untuk memperdalam ilmu agama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *