Ragam  

Nelayan Kuta Ateuh Sabang Hanyut 16 Mil di Laut, Berhasil Dievakuasi Basarnas

Tim Basarnas melakukan evakuasi nelayan asal Kuta Ateuh, Sabang, Budi Saputra (33), yang dilaporkan hanyut sejauh 16 mil dari bibir pantai Kota Sabang. Ia berada dalam satu perahu jenis boat bersama keponakannya Farhan (18) saat kejadian tersebut. Foto/Difa

Habapublik.com, Sabang : Seorang nelayan asal Kuta Ateuh, Sabang, Budi Saputra (33), dilaporkan hanyut sejauh 16 mil dari bibir pantai Kota Sabang. Ia berada dalam satu perahu jenis boat bersama keponakannya Farhan (18) saat kejadian tersebut.

 

Ketua Teupin Kuta Ateuh, Azrur Azwar mengatakan, awal informasi didapat saat Budi masih sempat mengirim kabar melalui pesan singkat pada pukul 11.00 WIB. Setelah menerima kabar darurat tersebut, ia langsung berupaya menghubungi seluruh jaringan nelayan dan tim penyelamat.

“Saya juga turun langsung ke laut demi menyusul korban yang semakin jauh terbawa arus ke arah barat perairan Sabang. Dia sempat bilang mesin Boat mati dan minta tolong, terakhir sinyalnya tinggal dua titik sebelum akhirnya hilang total,” ujar Azrur, Kamis (01/05/2025).

Sementara itu Kepala Basarnas Sabang, Adrian Helmi menjelaskan, pihaknya langsung melakukan proses evakuasi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB usai menerima laporan dari masyarakat.

Evakuasi awak boat berlangsung lancar, meski sempat terkendala pada bagian boat pihaknya, namun prosesnya terbantu oleh nelayan sekitar yang turut menarik boat korban ke tempat aman.

“Kita bergerak cepat pukul 16.05 WIB bersama enam personil menggunakan satu armada langsung ke titik koordinat yang terakhir di share oleh warga. Kemudian pukul 18.00 WIB alhamdulillah ketemu, dan langsung kami evakuasi, lalu tiba di dermaga merah putih pukul 19.30 WIB,” jelas Adrian.

Keberhasilan evakuasi tak lepas dari koordinasi yang baik antara nelayan lokal, tim SAR, TNI AL, dan Polairud. Setelah evakuasi selesai, Budi dan keponakannya telah dibawa pulang ke rumah mereka di Kuta Ateuh dan mendapat perawatan dari pihak keluarga serta warga sekitar.

Adrian Helmi mengimbau agar nelayan Sabang selalu memastikan kondisi mesin dan alat komunikasi dalam keadaan baik sebelum melaut. Ia juga mengingatkan agar tidak menyepelekan cuaca, memastikan kesiapan perahu, serta selalu menginformasikan lokasi keberadaan jika terjadi masalah di laut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *