Ragam  

SMPN 5 Sabang Galakkan Semangat Keislaman dan Sosial Lewat Qurban Kolektif

SMP Negeri 5 Kota Sabang meluncurkan program tahunan bertajuk Qurma atau Qurban Bersama. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang: Dalam upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan solidaritas sosial sejak dini, SMP Negeri 5 Kota Sabang meluncurkan program tahunan bertajuk Qurma atau Qurban Bersama. Inisiatif ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, tenaga pendidik, hingga masyarakat sekitar.

Kepala SMPN 5 Sabang, Munawar Zainuddin, menjelaskan, program Qurma dirancang bukan sekadar sebagai pelaksanaan ritual keagamaan, melainkan sebagai media pembelajaran langsung bagi para siswa. Qurma sendiri menjadi bagian dari lima program unggulan sekolah yang rutin digelar setiap tahun.

“Konsepnya adalah pembelajaran praktik berqurban. Sebanyak 192 siswa dari kelas 7 dan 8 ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami juga meminta komitmen orang tua melalui surat pernyataan agar siswa bisa terlibat aktif,” ujar Munawar, Minggu (8/6/2025).

Munawar menambahkan, meski program awalnya difokuskan pada siswa, keterbatasan dana dari hasil partisipasi siswa membuat sekolah mengambil langkah kolaboratif. Dana yang terkumpul hanya cukup untuk membeli satu ekor sapi dengan harga sekitar Rp19 juta. Mengingat jumlah penerima manfaat cukup banyak, pihak sekolah memutuskan melibatkan guru dan staf.

“Karena satu sapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua peserta, kami mengajak seluruh guru dan staf untuk bergabung. Alhamdulillah, partisipasi penuh diberikan, sehingga tahun ini kami dapat menyembelih lima ekor sapi,” jelasnya.

Pembagian daging qurban, lanjut Munawar, tidak hanya ditujukan kepada peserta program, melainkan juga kepada masyarakat sekitar, khususnya warga Gampong Aneuk Laot yang dinilai membutuhkan. Sekolah membentuk tim khusus untuk memastikan distribusi daging berjalan adil dan tepat sasaran.

Program Qurma sendiri telah berlangsung selama beberapa tahun dan mendapatkan respons positif dari berbagai pihak. Selain siswa dan tenaga pengajar, para orang tua serta masyarakat turut berkontribusi demi kelancaran kegiatan.

Untuk proses penyembelihan, pihak sekolah menggandeng warga dan wali murid yang memiliki keahlian di bidang tersebut, guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai syariat dan standar kebersihan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *