Habapublik.com, Sabang : Antrian panjang gas elpiji 3 kilogram di Kota Sabang belum juga teratasi. Kondisi ini kerap memicu keributan di sejumlah pangkalan karena stok cepat habis.
Sejumlah warga mengaku harus mengantri sejak pagi hari demi mendapatkan gas subsidi. Tak sedikit pula yang pulang dengan tangan kosong karena kehabisan.
“Kamis sudah antri dari jam 7.00 pagi, tapi baru dapat jam 10.00 Wib. Kadang-kadang malah habis sebelum giliran,” keluh Suri, warga Gampong Cot Ba’u, Rabu (25/6/2025).
Sementara itu Sales Branch Manager III Gas Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Suhanda, menjelaskan kuota harian elpiji di Sabang sebanyak 560 tabung. Penyaluran dilakukan berdasarkan kesepakatan antara agen dan Pertamina.
“Yang menentukan jumlah kuota ke pangkalan adalah pihak agen. Mereka memiliki kontrak masing-masing dengan pangkalan setiap bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi elpiji di Sabang tidak dilakukan setiap hari. Pengiriman berlangsung dua hingga tiga hari sekali tergantung cuaca dan transportasi laut.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan agar persoalan ini tak berlarut-larut. Mereka juga meminta pengawasan ketat agar gas subsidi tepat sasaran.
Pantauan wartawan Habapublik.com di lapangan menunjukkan masih ada oknum yang tidak berhak menggunakan gas melon. Bahkan, beberapa warung diketahui menjual elpiji di atas harga eceran tertinggi Rp 27 ribu.(*)












