Habapublik.com, Sabang: Pemanfaatan teknologi tepat guna terus didorong untuk meningkatkan kualitas produk perikanan olahan di Pulau Weh. Salah satunya melalui penerapan sistem ultrafiltrasi oleh tim dosen lintas kampus dari perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Syiah Kuala (USK),
Ketua tim dosen dari Institut Teknologi Bandung, Dr Qoriah, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu pelaku UMKM komunitas pengolah dan pemasaran (poklahsar) meningkatkan standar higienitas dan memperpanjang masa simpan produk. Pelatihan juga mencakup pendampingan sertifikasi halal bagi produk olahan hasil perikanan tangkap.
“Dengan potensi perikanan yang luar biasa dan antusiasme masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah, kami harap teknologi dan peran kami sebagai akademisi dapat membantu pelaku UMKM pada poklahsar Desa Jaboi lebih berkembang dan menembus pasar di luar Pulau Weh,” ujar Dr Qoriah, Sabtu (19/07/2025).
Teknologi ultrafiltrasi diterapkan untuk menjamin kebersihan air yang digunakan dalam pengolahan ikan dan gurita. Selain itu, inovasi ini juga bertujuan menekan risiko kontaminasi yang selama ini menjadi penyebab pendeknya masa simpan produk.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang, Zulfan, S.Pi, menyambut baik keterlibatan tim dosen dari tiga perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap penguatan UMKM sektor perikanan lokal.
“Penerapan teknologi ini sangat bermanfaat bagi poklahsar pengolahan perikanan tangkap di Sabang ini, komoditas perikanan hasil tangkap sejauh ini menjadi unggulan bahkan di provinsi Aceh. Kami mengapresiasi kepedulian dosen dari ITB yang sudah mendukung Kota Sabang,” terang Zulfan.
Desa Jaboi dipilih karena komunitas poklahsarnya dinilai aktif dan terbuka terhadap inovasi teknologi dalam proses produksi. Kolaborasi ini diharapkan berlanjut dalam bentuk pembinaan berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah ini menjadi langkah strategis untuk mendorong UMKM perikanan Sabang agar lebih kompetitif. Dengan kualitas produk yang lebih baik, pelaku UMKM lokal berpeluang menembus pasar luar daerah secara lebih luas.(*)












