Habapublik.com, Banda Aceh: Dalam rangka singkonisasi pelaksanaan prakerin dual system serta penandatanganan MoU dengan industri mitra kerjanya, SMK SMTI Banda Aceh mengadakan Temu Industri di Aula Lantai II setempat, Sabtu (26/7/2025).
Kepala SMK SMTI Banda Aceh Junaidi, S.Kom, M.Si mengatakan, kegiatan Temu Industri yang diadakan tersebut adalah salah satunya untuk menindaklanjuti dari apa yang diharapkan oleh Menteri Perindustrian RI (Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita) melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri-BPSDMI (Bapak Masrokhan) dalam hal untuk menjawab ketersedian SDM Industri yang masih kurang.
“Oleh karena itu kami selaku salah satu penyelenggara pendidikan vokasi industri yaitu SMK SMTI Banda Aceh dibawah binaan Pusat Pengembangan Pendididkan Vokasi Indutri (PPPVI) terus berupaya untuk melahirkan SDM Industri yang kompeten siap kerja yang terdiri dari tiga jurusan, yaitu Teknik Kimia industri, Analisis Pengujian Laboratorium dan Teknik Mekanik Industri,”jelas Junaidi kepada wartawan usai acara.
Ia juga mengatakan, selama Temu Industri juga dibahas tentang Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128/PMK.010/2019 Tahun 2019 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto Atas Penyelenggaraan Kegiatan Praktik Kerja, Pemagangan, Dan/Atau Pembelajaran Dalam Rangka Pembinaan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi Tertentu atau yang biasa disebut dengan Super Deduction Tax.
Sementara itu, Kadisdik Aceh Marthunis ST DEA, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap para perwakilan industri sebagai mitra SMK SMTI Banda yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. “Ini merupakan program yang butuh sinergitas, karena antara SMK SMTI dengan perwakilan industri merupakan satu ikatan yang saling membutuhkan yakni saling membutuhkan dan sinergitas,” ucapnya.
Marthunis melanjutkan, bahwa kegiatan ini sangat positif karena saling membutuhkan kedua belah pihak dan tidak ada yang saling dirugikan. “Tanpa sinergitas yang baik tentu akan menjadi problem bagi kita ke depan. Karena lulusan SMK SMTI diciptakan adalah tenaga trampil untuk para kalangan industri,”tuturnya.

Lebih lanjut Marthunis, mengatakan SMK SMTI merupakan sekolah yang mempersiapkan sumber daya manusia khususnya di bidang industri yang berkompeten dan tentu menjadi mitra dunia kerja perusahaan industrialisasi yang dibutuhkan saat ini. “Saya berharap para pelaku industrialisasi agar dapat memberikan kesempatan kepada anak anak lulusan SMK SMTI untuk bisa bekerja sambil belajar yang tentu nantinya akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,”ungkapnya.
Marthunis mengajak para pelaku industriawan untuk bisa saling sharing baik dari tindakan maupun pikiran untuk bisa saling membantu bekerjasama dalam Praktek kerja industri (Prakerin) siswa siswi SMK SMTI ke depan. “Masing-masing harus ada untungnya kalau mau saling berkelanjutan. Oleh karena itu, kita saling membina hubungan yang saling melengkapi. Karena mutualisme atau saling kepentingan itu harus perlu kita jaga,” katanya.
Marthunis sangat mengapresiasi kehadiran 9 perwakilan industri yang hadir untuk berdiskusi. “Tujuan kita adalah sama karena kita dalam perahu yang sama, yakni mengayuh untuk bagaimana memperbesar ekonomi kita. Artinya, profit bagi industri berjalan, bagi SMK itu juga akan tinggi, hingga berdampak pada ekonomi kita akan lebih baik,” tuturnya.
Marthunis mengucapkan selamat kepada SMK SMTI Banda Aceh dan terima kasih kepada para perwakilan industri. “Mudah-mudahan pertemuan kali ini mengikat untuk berjalan bersama menuju industrialisasi ekonomi di Aceh semakin lebih baik, sehingga menjadi keberkahan bagi kita bersama,” pungkasnya.
Di penghujung acara, dalam rangkaian pelaksanaan Temu Industri ini, SMK SMTI Banda Aceh dan para perwakilan industri, melakukan penandatangan dokumen pengesahan, berita acara dan perjanjian kerja sama.
Pada acara Temu Industri yang berlangsung sehari itu, Kepala SMK SMTI Banda Aceh Junaini S.Kom, M.Si dan para perwakilan dari sembilan industri, juga melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU). (*)












