Habapublik.com, Blangkejeren – Pagi itu, suasana Cafe Logon Hills di Kabupaten Gayo Lues tampak berbeda. Di antara hijaunya pepohonan, puluhan pasang mata pelajar SMP/SLTP memperhatikan setiap materi yang disampaikan narasumber.
Mereka bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi sedang dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sebayanya.
Selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Agustus 2026, sebanyak 10 pelajar mengikuti Pelatihan Pendidik Sebaya Anti Narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues melalui program ANANDA BERSINAR (Anak Indonesia Bersih Narkoba).
Program ini lahir dari keyakinan bahwa pesan tentang bahaya narkoba akan lebih mudah diterima jika disampaikan oleh teman sebaya. Di usia remaja, kedekatan emosional antarteman sering kali menjadi jembatan yang lebih efektif dibandingkan sekadar nasihat dari orang dewasa.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., melalui Ketua Tim Pencegahan Putri Sintia Utami, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan yang mengedepankan pendekatan edukatif sejak dini.
“Melalui pendidik sebaya, kami ingin melahirkan pelajar yang tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu mengajak teman-temannya untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan dan masa depan, tetapi juga dibekali kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, serta teknik menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada teman sebaya. Bekal itu diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk tampil sebagai agen perubahan di sekolah masing-masing.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Gayo Lues, Dr. Sartika Mayasari, S.STP., M.A. Ia mengapresiasi komitmen BNNK Gayo Lues dalam membangun benteng pencegahan melalui pendidikan karakter generasi muda.
Menurutnya, remaja merupakan aset bangsa yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, mereka harus tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, membangun ketahanan diri menjadi pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, sekolah, pemerintah, hingga lingkungan pertemanan memiliki peran yang sama pentingnya.
Pelatihan pendidik sebaya yang digagas BNNK Gayo Lues menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat benteng tersebut. Dari ruang pelatihan sederhana di Logon Hills, harapan itu mulai ditanam—bahwa setiap pelajar yang hadir dapat menjadi penyampai pesan, penggerak perubahan, sekaligus pelopor lahirnya lingkungan sekolah yang aman dan bebas narkoba.
Sebab, perang melawan narkoba tidak selalu dimulai dari operasi besar atau penegakan hukum. Terkadang, perjuangan itu justru berawal dari sebuah percakapan sederhana antarteman yang saling mengingatkan untuk berkata tidak pada narkoba.(*)












