Habapublik.com, Sabang : Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lhok Batee, Sabang menjadi salah satu lokasi kunjungan peserta The 17th Asia Impact Assessment Conference. Lokasi ini dipilih untuk menunjukkan pengelolaan sampah yang sehat dan ramah lingkungan.
Kepala DLHK Kota Sabang, Faisal ST, MTP mengatakan kondisi TPA Lhok Batee berbeda dengan TPA pada umumnya. Meski sudah dalam kondisi overload, lokasi ini tetap terlihat asri dan tidak menimbulkan bau.
“Peserta mengaku terkejut karena TPA Sabang tidak mengeluarkan bau gas metan maupun bau menyengat lainnya, sehingga masker yang dibagikan tidak banyak dipakai peserta karena kondisi udara tetap segar,” ujar Faisal, Senin (08/09/2025).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan Muhammad Hendrik Friasayani, S.T, M.T menjelaskan, hal tersebut berkat sistem controlled landfill yang diterapkan di TPA Lhok Batee. Sistem ini membuat sampah lebih tertata dan tidak menimbulkan polusi udara.
“Secara teknis, sistem ini mengisyaratkan pengelolaan sampah di Sabang sudah berada pada jalur yang baik. Tentunya kami akan terus menjaga agar kualitas pengelolaan sampah tetap optimal,” kata Hendrik.
Kondisi TPA yang bersih dan sehat mendapat apresiasi dari seluruh peserta yang turut melakukan aksi penanaman pohon tersebut. Mereka menilai Sabang bisa menjadi contoh daerah lain dalam mengelola sampah.
Selain sebagai lokasi pembuangan sampah, TPA Lhok Batee juga diarahkan menjadi sarana edukasi lingkungan. DLHK Sabang berharap, kunjungan ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.(*)












