Habapublik.com, Sabang : Kasus gagal ginjal di Kota Sabang menjadi perhatian serius. Saat ini tercatat delapan warga Sabang harus menjalani cuci darah di Banda Aceh karena belum tersedianya fasilitas hemodialisis di daerah tersebut.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi RSUDZA Banda Aceh, dr. Cut Mela Yunita Sari, Sp.PD.KGH, menyebut angka ini dapat ditekan bila masyarakat lebih peduli dengan pola hidup sehat.
Hal tersebut disampaikan saat diwawancarai wartawan dalam kegiatan edukasi kesehatan ginjal di aula lantai 4 Kantor Walikota Sabang.
“Penyakit ginjal bisa dicegah dengan pola hidup sehat, terutama dengan mengatur asupan makanan dan membatasi gula. Selain itu, penting juga menghindari kebiasaan yang merusak tubuh,” jelas dr. Cut Mela Yunita Sari, Selasa (23/09/2025).
Menurutnya, Kaum ibu dari organisasi PKK dan DWP memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Kebiasaan sehari-hari yang sederhana bisa menjadi benteng utama agar generasi muda terhindar dari risiko gagal ginjal.
“Kami melihat banyak anak-anak mengonsumsi makanan tinggi gula dan minuman instan. Jika tidak dikendalikan, hal ini berpotensi menambah populasi penderita gagal ginjal di masa depan,” tegasnya.
Sabang sebagai kota wisata memiliki banyak kafe dan kuliner yang menarik. Namun menurutnya, makanan itu bisa tetap lezat tapi sebaiknya diolah dengan cara yang sehat agar tidak menimbulkan penyakit bagi warga dan pengunjung.
dr. Cut Mela menambahkan, RSUDZA Banda Aceh setiap tahun melakukan kegiatan edukasi serupa di berbagai daerah. Sosialisasi ini mampu menekan angka cuci darah dan mendorong pemerintah daerah menghadirkan fasilitas hemodialisis di Sabang agar pasien tidak lagi harus menyeberang ke Banda Aceh.(*)












