Habapublik.com, Sabang : Program penguatan kapasitas dan operasional SKPT Ie Meulee Sabang terus memberikan dampak nyata bagi nelayan dan pengelola pelabuhan. Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari efisiensi penangkapan tuna hingga pengolahan hasil tangkapan.
Kepala Pusat Pelatihan KP KKP, Lily Aprilya Pregiwati, S.Pi, menyebutkan program ini merupakan bagian kerja sama dengan JICA untuk mendorong pengembangan perikanan berkelanjutan di pulau terluar Indonesia. Dukungan diberikan tidak hanya dalam bentuk sarana, tetapi juga peningkatan SDM.
“Alhamdulillah, kegiatan pengembangan SDM ini dapat selesai pada Oktober, dan kami berharap semua ilmu yang diberikan bisa diimplementasikan masyarakat untuk pengelolaan SKPT lebih baik,” kata Lily Aprilya, Sabtu (27/09/2025).
Sejumlah proyek penting telah dijalankan, seperti penyediaan tuna ring, cooler box, serta rumah kaca untuk pengolahan ikan asin. Upaya ini terbukti membantu nelayan meningkatkan pendapatan dari hasil tangkapan.
“Kami melihat bagaimana nelayan dan panglima laut memiliki semangat kuat agar hasil tangkapan bisa lebih baik ditangani, sehingga memberikan multiplier effect bagi ekonomi pesisir Sabang,” tambahnya.
Selain itu, penguatan koperasi nelayan juga menjadi perhatian utama, dengan harapan masyarakat dapat mengelola usaha secara berkelanjutan. Model koperasi di Jepang dijadikan rujukan dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.
Program kerja sama ini dilaksanakan di enam lokasi SKPT yaitu Natuna, Sabang, Moa, Saumlaki, Morotai, dan Biak. Tujuannya mendukung pembangunan perikanan lokal secara berkelanjutan dan memastikan SKPT dapat berfungsi secara aktif.(*)












